DUA PULUH EMPAT.

717 Kata

Mentari segera membersih kan dirinya ke toilet, dia mengganti bajunya dengan jaket yang dia bawa. Ini lebih mendingan dari pada tadi walau bau busuk dan amis masih kecium, Mentari menutupi rambutnya yang basah dengan tudung jaket. Dia menghela napas sebenarnya dia bisa saja langsung pulag, namun dia nggak mau meninggalkan mata kuliahnya. Dia harus masuk kelas. Mentari berjalan keluar dari toilet, semua orang yang berpapasan denganya menutup hidung seolah ingin muntah. "Oi cupu baru kecemplung got lo?" ucap salah satu teman di kelasnya. Mentari menulikan pendengaranya dia terus berjalan dan duduk di bangku nya. "Iyuuuhh banget sih lo, busuk banget tau nggak keluar aja sana" saut yang lain. Mereka semua menutup hidung tak tahan dengan bau tubuh Mentari. Wajar mereka begitu dia aja ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN