“Jo!” panggil Dito sembari menyentuh bahu Jonathan. Lagu masih berkumandang seantero studio. Lagu slow yang seakan mengiringi keresahan hati Jonathan. Jonathan mengangkat wajahnya, menggerakkan alisnya ke atas. “Lo keliatan nggak semangat banget hari ini. Kenapa sih?” Jonathan mengempaskan tubuhnya ke sandaran kursinya. “Cathy?” pancing Dito. “Udah bubar.” Jonathan menjawab singkat. “Wow! Lalu? Lo biasanya jadi kayak ayam bengek begini, kalau ada masalah sama cewek-cewek di sekeliling lo. Tadi lo kesiangan, gue curiga nih…” Jonathan menegakkan tubuhnya, tersenyum masam kepada Dito. Menekan tombol microphone di hadapannya. “Masih bareng gue Jonathan Widiawan dan Dito Putra, di sembil

