“Gay…?” ulangnya tak percaya. Perasaannya berkecamuk berat. Kalau tadi dia merasa sakit hati karena Ethan hanya menganggapnya sebagai pengganti adiknya, lalu apa yang harus dia rasakan saat ini? Limbung. Jiwanya limbung, dua kenyataan yang diterimanya berturut turut hari ini, dan dua-duanya sama-sama membuat dirinya terjatuh ke dalam jurang pesakitan. Sepertinya sudah tidak ada lagi celah yang mungkin bisa dikoreknya, untuk menemukan sebuah kata: cinta. Merebut cinta dari seorang wanita, itu sangat mungkin. Itu hal yang biasa. Tetapi, merebut cinta dari seorang pria? Apa yang harus dilakukannya? Berganti kelamin? “Iya. Kamu nggak suka punya teman seorang gay?” tanya Ethan. Ringan. Berlian mengelengkan kepalanya pelan. Tangisnya menjadi

