Sepertinya Erlangga memang mulai tak terkendali. Pria itu menepati kata-katanya tempo hari tentang rencananya melamarku. Baru saja mama memberitahu kalau keluarga Erlangga bermaksud datang malam ini, dengan agenda melamarku secara resmi. Aku hanya mampu menganga, setengah tak percaya. Meski katanya ini hanya melibatkan keluarga inti dan beberapa tokoh yang dituakan, mama tampak mulai sibuk mengatur segala sesuatunya. Dari memesan makanan untuk jamuan, hingga memanggil jasa membersihkan rumah dan membuatnya agar terlihat cantik. Dia bahkan tak perlu merasa perlu menanyakan hal itu padaku lagi. Menggelikan sekali! “Kalian benar-benar sudah tak mempedulikan keinginanku, ya? aku bahkan belum pernah berkata setuju tentang hal itu. lalu, apa yang sedang kalian lakukan sekarang?” aku bertan

