Aku menatap pemandangan dalam kamar yang masih menyisakan kehebohan karena ulah mama. Tak hanya mengacak-acak isi filing cabinet tempat buku, mama juga menyatroni lemari yang dalam keadaan terkunci dengan posisi pakaian yang seluruhnya terhambur. Rupanya, wanita itupun tak mau lagi bermain halus. Secara nyata, ia mulai menunjukkan taring dan rupa aslinya yang selama ini kerap tertutup topeng. Mama sudah tak ada di rumah ketika aku pulang. Bik Yuyun bilang, Mama pergi sesaat setelah dengan jengkel mengobrak-abrik kamarku tanpa mendapat apa yang ia cari. “Sebenarnya … ibu cari apa, sih, Mbak? Meski Ibuk itu mamanya Mbak Dri, bibik jadi merasa takut melihat ulahnya tadi. Mau dilarang, yaa wong yang punya rumah. Beneran bingung, bibik, Mbak,” ucap bik Yuyun seraya melipat kembali baju yang

