Aku tahu, kedua makhluk di sampingku itu tengah kompak menatap ke arahku. Mungkin, mereka penasaran mengapa ekspresi wajahku hanya terlihat datar meski mendengar ‘kabar’ tak mengenakan tersebut. “Masa sih, Chyn? Salah lihat kali, ah.” Sendy mengungkapkan ketak percayaannya. Huh, belum saja kuberitahu mereka tentang kelakuan mama yang terdahulu itu. ini bukan pertama kalinya wanita itu bertingkah agresif bak macan lapar. Aku sendiri heran kenapa om Bram masih sanggup bertahan menghadapinya. Atau jangan-jangan, dalam hatinya dia juga merasa menikmati? Yang satu janda dan yang satunya lagi duda. Sama-sama saling membutuhkan hal yang dulunya adalah rutinitas belaka. Aku sendiri penasaran, apakah om Bram akan sanggup untuk bertahan? “Salah lihat gimana? Orang jelas banget begitu.” “Bercium

