Bab 37. Air terjun

1635 Kata

Kulit pisang sudah kosong terkelupas, buahnya sudah hancur dikunyah, masuk ke perut mereka semua. Mereka awalnya tidak menduga kalau pisang di negeri ini rasanya sama seperti pisang di Bumi. Saat Adi bertanya kepada Ryan dari mana pisang itu berasal, Ryan menjawab seperti apa yang harimau beritahukan kepadanya malam itu. Tentu mereka tidak akan percaya jika belum melihatnya dengan mata kepala sendiri. “Aduh.” Bi Narti menepuk dahinya “Usiaku paling tua di sini, dan ini negeriku. Belum pernah sekali pun aku mendengar ada monyet yang menanam pohon pisang di dalam tanah.” Adi sudah selesai tertawa. “Kalau monyet ekor menyala, itu aku sudah tahu. Tapi pohon pisang di dalam tanah? Itu tidak mungkin, Ryan.” Farhan dan Bayu saling tatap. Mereka geleng-geleng kepala merespon apa yang Ryan sampa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN