Bab 38. Pertemuan Lagi-lagi Ryan dikejutkan dengan pemandangan yang menakjubkan. Mereka semua telah tiba di ujung lorong goa. Rasa penat mereka langsung hilang. Di depan sana pemandangan lebih menakjubkan ketimbang air terjun tadi. Padang rumput yang hijau membuat mata terasa dimanjakan. Kambing, sapi, dan kuda terlihat menikmati makan siang mereka. Bunga-bunga yang ikut meramaikan taman di depan sebuah rumah mirip castel, namun dengan ukuran lebih kecil terlihat anggun. Jangan lupakan lebah dan kupu-kupu yang berterbangan di atasnya—mengisap serbuk bunga. Adi menghela napas napas—rileks. “Belum pernah aku menemukan tandingan asrinya rumahmu, Grenta.” Ryan mengangguk—setuju. Dari begitu banyaknya taman wisata di Bumi, belum ada yang bisa menandingi keasrian alami rumah Grenta. Terletak

