Dengan sekuat tenaga Trienta mengerahkan kemampuannya membantu Frinkala. Keringat sudah bercucuran di sekujur tubuh Frinkala. Tarik napas, buat, tarik napas, buang. Itu terus dilakukannya berulang kali dalam proses persalinan ini. Frinkala mengejan dengan sekuat tenaga yang dia miliki. Dia terus berusaha sebaik mungkin. “Sedikit lagi, Frinkala.” Sudah hampir keluar bayi Frinkala. Dalam sekali rejan lagi, niscaya bayi itu akan melihat dunia. “Aaaa….” Terdengar tangisan bayi. Di luar kamar, ayah dan ibu Frinkala sangat khawatir akan keselamatan anak dan cucu mereka. Jeritan kesakitan yang terdengar dari luar membuat bulu kuduk mereka berdiri. Mereka juga terus berdoa memohon keselamatan atas keduanya. Setelah tangis bayi terdengar rasa khawatir mereka spontan berubah menjadi rasa baha

