34

964 Kata

JESSE menyemprotkan air dengan cekatan ke sekeliling rambut Emily. Lalu, tangannya mengambil beberapa helai rambut cokelat milik wanita yang sudah berstatus sebagai pacarnya--sejak satu jam yang lalu. "Err, Jess, lo beneran bisa motong rambut, 'kan?" Emily memandang ragu lelaki yang tampak tampan dipantulan kaca itu. Sebenarnya, ia tidak ingin rambutnya dipotong lagi. Sebab ada sedikit trauma yang tersisa ketika mengingat betapa sadisnya Shania memotongnya tadi siang. Tapi, rambutnya memang sudah tak berbentuk lagi. Alias benar-benar acak-acakkan. Ia pasti akan dipanggil orang gila besok jika ia nekat datang dengan penampilan seperti ini. "Gue bisa sih, tapi potong rambut yang cowok," ujar Jesse sambil memotong rambut Emily sedikit demi sedikit, “Kenapa? Ko ragu? Kalo gitu kita ke mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN