32

1132 Kata

Bajuku sudah terkoyak sebagian membuatku semakin meronta, memohon dan terus menangis kepada tiga wanita di depanku untuk menghentikan aksi ini. Seluruh tubuhku sudah merasa sakit karena sedaritadi terus bergerak, padahal aku diikat kencang di kursi ini. Air mata sudah mengering, hingga rasanya aku tidak bisa menangis lagi. Tubuhku sudah lemas, tapi aku masih berusaha untuk melawan dan terus bergerak. "b*****t! Kesel gue lama-lama." Becca berdecak dan melepaskan pegangannya padaku. Lalu, dalam satu gerakan, dia menyobek seragamku secara kasar hingga seluruh kancingnya terlepas. "Rekam dia, Nia!" pekik Becca. Nia mengangguk sambil tertawa-tawa. Gadis itu mendekatiku lalu merekamku dari dekat dengan kameranya. Aku ingin memalingkan wajah, tapi Fanya malah menarik kepalaku hingga terasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN