45

1136 Kata

EMILY sampai di sebuah gedung yang benar-benar terlihat usang nan tua. Jaring laba-laba bahkan sudah memenuhi bagian depan gedung itu. Rumput liar yang meninggi hampir menutupi pintu depan dari tempat itu. Cat putih yang sudah memudar menambah kesan suram yang tak terelakkan. Sungguh tempat yang menyedihkan. Emily hendak melangkah masuk ke dalam gedung sampai sebuah ide cemerlang tiba-tiba saja terlintas di otaknya. Well, ide ini memang melibatkan orang lain dan Emily berharap, sopir taksi ini mau berbaik hati dalam menolongnya. Yah, meskipun tidak secara sukarela, sih. "Err, Pak, bisa tunggu saya di sini? Kalo misalnya dalam satu jam saya enggak keluar, Bapak bisa telepon polisi?" tanya Emily pada supir taksinya. "Aduh, Nona, Bapak harus mencari pelanggan. Bapak perlu cari nafkah, kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN