Bab 22

1185 Kata

“Kenapa kamu menahan desahan?” tanya Karim yang merebahkan dirinya di samping Shifa serta memeluknya. Mereka sedang mengatur pasca pelepasan mereka. Shifa mengembuskan napas berat. Dia bingung ingin mengatakan apa. “Kita salah,” jawab Shifa pada akhirnya. Karim terkejut mendengar kalimat itu. “Apakah ini karena Cahaya?” tanya Karim dengan intonasi dingin. Shifa terkejut dengan pertanyaan itu. Karim benar-benar terdominasi oleh kekuatannya. Seharusnya, Karim bisa menyadari bahwa Cahaya-lah yang utama dan seharusnya dia yang disingkirkan. Shifa tiba-tiba menapak wajah Karim dengan tangan kanannya yang membuat Karim terkejut. Shifa berharap setidaknya jika Karim memiliki sedikit kendali mental, telapak tangan Shifa tadi bisa memberikan kesempatan bagi Karim untuk mengambil kendali. Hening

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN