“Kenapa kamu menahan desahan?” tanya Karim yang merebahkan dirinya di samping Shifa serta memeluknya. Mereka sedang mengatur pasca pelepasan mereka. Shifa mengembuskan napas berat. Dia bingung ingin mengatakan apa. “Kita salah,” jawab Shifa pada akhirnya. Karim terkejut mendengar kalimat itu. “Apakah ini karena Cahaya?” tanya Karim dengan intonasi dingin. Shifa terkejut dengan pertanyaan itu. Karim benar-benar terdominasi oleh kekuatannya. Seharusnya, Karim bisa menyadari bahwa Cahaya-lah yang utama dan seharusnya dia yang disingkirkan. Shifa tiba-tiba menapak wajah Karim dengan tangan kanannya yang membuat Karim terkejut. Shifa berharap setidaknya jika Karim memiliki sedikit kendali mental, telapak tangan Shifa tadi bisa memberikan kesempatan bagi Karim untuk mengambil kendali. Hening

