Bab 18

1114 Kata

Shifa memasuki apartemen Karim dan mengunci pintunya. Gadis itu melihat Karim yang saat ini berdiri di samping meja makan ruang tengah apartemennya. “Aku rasa kita bisa langsung main ‘kan?” tanya Karim dengan nada datar, tetapi Shifa bisa merasakan aura memerintah dari kalimat itu. Shifa berpikir bahwa mungkin Karim merasa dia yang memegang kendali dalam permainan mereka. Gadis itu hanya bisa mengutuk kemampuannya yang mengakibatkan semua ini terjadi. “Tentu saja, Mas Karim,” jawab Shifa seraya melihat ke arah pria itu. Karim terlihat melukiskan senyum mendengar kalimat itu. Pria itu berjalan ke arah Shifa dan langsung melepaskan cadar yang gadis itu kenakan dan mencium bibir Shifa tanpa ragu. Shifa bisa merasakan adrenalin masuk ke dalam otaknya. Shifa tahu hubungan ini salah. Hubungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN