Bab 19

1055 Kata

Shifa pulang di subuh buta. Gadis itu memilih tidak makan di tempat Karim dan segera melarikan diri karena kelas pagi menantinya. Hanya saja, kala dia berada di lift, Shifa kembali bertemu dengan Syahid yang terlihat memiliki mata panda. Shifa tidak tahu bagaimana asisten itu bisa demikian kondisinya. Selain itu, kehadiran Syahid membuat rasa bersalah perlahan merayap di pikiran Shifa dan Shifa tahu dia harus menahan semua rasa bersalah itu. Dia tidak bisa menunjukkannya ke siapapun. “Oh, simpanan Karim,” ucap Syahid menyapa Shifa kala Shifa masuk ke dalam lift. Shifa merasa getir mendengar kalimat pria itu. Kalimat itu terdengar sangat menyinggung dan membuat luka dari rasa bersalah seperti dibuka kembali, tetapi Shifa tahu bahwa pria itu memegang kartu yang berbahaya. Kapan saja, dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN