BAB 69

1027 Kata

Udara menjelang sore hari ini terasa semakin sejuk, padahal biasanya jam segini masih panas karena matahari yang perlahan menuruni singahsananya. Aku duduk di kursi belakang motor Bian yang terus saja memaksa dan menarikku untuk mengantarkan aku pulang. Sedangkan Adrian, sejak tadi tidak ada kabar darinya. Biasanya, saat sudah sampai rumah atau pergi mampir kemana saja dia akan mengirimiku pesan. Tidak kusangka, hal seperti itu membuatku merasa tersanjung. "Mikirin apa sih Lun? Ngelamun terus," ucap Bian yang menyadarkan lamunanku, aku mengerjapkan mataku. Aku tidak sadar jika sudah melamun, entah sudah berapa lama aku juga tidak yakin. "Eh ... gak ngelamunin apa-apa kok." "Kok aku gak percaya? Cerita aja sih Lun kalo ada masalah, siapa tahu aku bisa bantuin kamu," ucap Bian terdenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN