Restoran ramai saat jam makan siang, untungnya aku dan ayah datang lebih dulu beberapa menit sebelum jam makan siang sehingga kami tidak perlu menunggu untuk mendapatkan tempat. Ayah mendorong pintu, membiarkanku masuk terlebih dahulu. Aku melihat ke setiap sudut mencari jika saja ada tempat yang kosong karena saat masuk ke dalam restoran hampir seluruh meja sudah terisi oleh pelanggan yang kebanyakan memakai setelan kantor. "Di agak pojokan sana apa gak papa, Yah?" "Kalo kamu mau gak apa-apa, Ayah gak masalah selama bareng kamu." "Ya udah, kalau begitu kita di sana aja." Aku mengenggam tangan Ayah lalu membawanya berjalan menuju meja yang sedikit berada dipojokan. Dari sekeliling restoran hanya tersisa 3 tempat kosong, itupun berada di sudut sini karena sedikit belakang mungkin. "Ak

