Kulangkahkan kakiku dengan lebih cepat karena hampir saja telat, tidak kusangka kemacetan terjadi lebih lama yang ternyata disebabkan adanya perbaikan jalan. Untungnya, aku sampai di kampus belum terlalu telat. Bahkan, aku tidak sempat pamitan dengan benar pada ayah. Napasku terengah, saat aku akan mendorong pintu gagang pintu terlebih dahulu terdorong membuatku berhenti mendadak. Untung saja aku bisa membujuk ayah untuk membiarkan aku mengikuti latihan hari ini, meskipun dengan alasan ketat. "Telat juga?" ucap Bian saat aku baru datang, aku menganggukan kepalaku sambil masih mencoba mengatur napasku yang terdengar berat. Sapaan jenis baru yang aku dengar dari Bian, kurasa ia juga berlari sama sepertiku. Terbukti dengan keringat yang membasahi dahinya, aku masuk ketika pintu terdorong

