Dua jam lamanya Bagas menunggu jawaban Agus sehingga memutuskan menemani beli cap jay langganan di pinggir jalan bersama ayahnya. "Adik kamu benar-benar keterlaluan. kalau tidak bisa, sms saja bilang tidak bisa," gerutu Andre sambil duduk menunggu pesanannya di kursi plastik. "Mungkin syutingnya belum selesai, tadi ganti channel." Bela Bagas. "Kamu juga, masih aja belain adik kamu!" Andre melipat kedua tangan di depan. Bagas menghela napas, ia berkali-kali coba menghubungi Agus. Tidak ada jawaban sama sekali. "Nanti coba Bagas tanyakan kalau dia sudah pulang." "Susah ngajak bicara anak keras kepala seperti dia, kalau ditegur malah menyalahkan orang lain. Ayah capek bicara sama dia." "Bagas kasih pengertian ke Agus." "Berapa kali kasih pengertian ke adik kamu dan tidak ada hasilnya?"

