"Assalamualaikum." "Dari mana kamu?" tanya Bagas yang duduk di ruang tamu sambil baca koran. "Mendinginkan kepala, ayah mana?" Agus menutup pintu ruang tamu dengan pelan. "Tidur. Jangan ganggu! pintu kamarnya sengaja dibuka supaya bisa monitor Rambo," jawab Bagas. Agus berpikir sejenak lalu duduk di samping Bagas. "Mas. menurut mas, ayah berubah nggak?" "Berubah apanya?" "Sering marah-marah kekita." Bagas menaikan salah satu alisnya. "Marahnya ke kamu bukan ke aku." Agus berdecak. "Mas ini..." "Terus?" "Ayah nggak pernah cerita apapun ke mas?" kali ini Agus bersikap serius. "Contohnya?" "Seperti seorang perempuan?" "Ada." Agus menjentikan jarinya, "Nah!" "Mommy." "Bukan itu, seperti... perempuan idaman lain." Bagas menyipitkan matanya ke Agus, dia mulai menangkap maksud Ag

