Restoran sederhana yang dipilih Sekar menyediakan berbagai macam jenis makanan seafood. Sekar duduk di bangku yang terbuat dari kayu dan menghadap ke arah tebing yang curam di bawahnya. Lautan lepas terlihat dari sana, semilir angin menerpa rambut Sekar yang hitam terurai. Ruis selesai memesan makanan. Dia pun bergabung bersama Sekar yang duduk membelakangi meja makan. Kulitnya yang bersih, halus, dan wangi. Ruis masih saja mengingat bagaimana aroma tawar keringatnya sanggup membangkitkan dirinya kapan saja. Pria itu mendatangi Sekar, menariknya agar mendekat dan duduk di pangkuannya dengan paksa. Bukan perempuan Mueensland pada umumnya yang suka mengumbar kemesraan di mana saja mereka berada. Sekar masih malu-malu saat bersamanya. “Anakku mau makan apa?” tanyanya sambil membungkukkan,

