Ruis menunduk untuk memberikan kecupan hangat pada kening sang istri. Mereka saat ini sudah duduk berdua di restoran hotel untuk sarapan bersama. Wajah cantik itu selalu bersinar di antara banyaknya pengunjung yang datang. Tatapan tidak lepas darinya dan Ruis merasakan kegugupan Sekar saat tertangkap juga tengah menatapnya begitu seksi. Ruis bahkan harus bisa menyingkirkan pikiran nakalnya agar tidak membawa Sekar kembali ke kamar. “Ayo kita berbulan madu yang benar,” katanya tanpa mengalihkan pandangannya pada Sekar. “Bulan madu?” tanya Sekar heran dengan pemilihan kata itu untuk menunjukan betapa pernikahan mereka dulu sangat kacau. “Ya, kita akan menikmati keindahan pantai bertiga—bersama calon bayi kita, sebelum kau melahirkan. Itu kalau kau setuju.” “Aku setuju. Ayo kita lakukan d

