Satu jam berkendara dengan kecepatan penuh menyusuri jalanan sempit pinggiran Kota La Tigres. Beberapa terasa bergelombang dan itu cukup mengguncang tubuh Sekar yang terlelap bersandar pada dadanya. Beberapa kali Ruis menepuk pipinya sendiri untuk memastikan bahwa apa yang dialaminya bukan mimpi. Pertaruhan nyawa baru saja terjadi, kini rasa syukur atas keselamatan yang baru saja digenggamnya. Ruis menoleh ke samping kanan dan kiri. Dia mengingat jelas wilayah ini cukup aman dari beberapa kelompok genk bawah. Ia pun menyuruh sopir untuk membawa mereka menginap di salah satu hotel yang mereka lewati. Ruis memutuskan demikian karena selain karena merasa kasihan dengan keadaan Sekar yang harus duduk lama dalam perjalanan. Pengawalnya menyelesaikan proses check in sementara Ruis membopong

