Ruis tersenyum menggoda. Setiap kali merasa penasaran, istrinya akan berekspresi sangat menyenangkan. Entah apa yang sedang dipikirkan wanita itu, sampai melupakan sesuatu yang menurutnya tidak mungkin. “Rahasia mengenai apa, ya?” goda Ruis mencoba mempermainkan hati Sekar. “Terima suapan ini, nanti aku ceritakan.” Sekar menerima tawaran Ruis untuk menggigit bagian dari pizza yang telah lebih dulu dipotong. Sangat enak dan sejak dulu rasanya tidak berubah. Setelah mengunyah makanannya, Sekar pun menggerakkan dagunya sebagai isyarat agar Ruis mulai bicara. “Apa kau tidak akan membiarkan aku makan juga?” protes Ruis menyipitkan matanya. “Aku tahu ... emh, kamu belum pernah makan di tempat seperti ini.” Sekar meminum air putih agar bisa menyelesaikan bicaranya. Tatapan menyelisik Ruis ya

