Sepulang dari konselingku rupa-rupanya kedua orang itu berdebat kembali. Yang satu masih tidak terima dengan ucapan yang lain. Rasanya begitu frontal dan begitu yakin bahwa terapi apapun tidak akan menyurutkannya untuk bercerai. Aku bisa melihatnya di rekaman CCTV di area depan gerbang. Bukannya ingin menguntit atau semacamnya, tapi kebetulan saja aku melihatnya dari layar monitorku. Terdengar samar-samar juga dari balik pintu kayu raksasa itu suara teriakan dan ucapan mereka. Jelas terdengar karena mereka sepertinya sedang dalam tensi yang tinggi. “Apa maksud kamu tadi di dalam?” Alvin berusaha mengklarifikasi ucapan Emma. Membuktikan bahwa telinganya tidak salah menangkap pesan. “Kamu kan jelas-jelas dengar sendiri apa yang aku bilang sama Sarah. Aku yakin aku bisa hidup tanpa kamu.

