24. Pulang

1860 Kata

Emma POV Sungguh berat rasanya meninggalkan kedua putriku. Walau ini hanya sementara, tapi mengapa semua ini jadi lebih berat untukku? Seolah ini semua memang benar-benar berakhir. Mengapa aku juga secengeng ini menghadapi mereka? Padahal aku terbiasa untuk tidak bertatapan dengan mereka selama lebih dari 12 jam sehari. Namun perpisahan sementara ini terasa lebih berat dibanding yang kubayangkan. Air mataku tidak berhenti menetes. Melihat Tiara menangis histeris dalam pelukan Alvin, serta Bianca yang jarang menangis tiba-tiba meneteskan air matanya melihatku pergi masuk ke dalam taksi online. Tapi aku harus kuat. Ini baru latihan. Ya benar, latihan. Bukan yang sebenarnya. Namun bagaimana jika nantinya kami benar-benar bercerai? Apakah aku siap meninggalkan mereka? Hatiku terasa direm

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN