Gantari Willis Kini rasa penasaran mengusik ketenanganku, yang tadinya anteng duduk manis di samping Arga kini aku mendadak menggeser tubuhku maju ke depan lebih dekat dengan tempat duduk Mang Udin yang ada di bangku kemudi. “Mang Udin kenal ayah saya?” Tanyaku penasaran. “Sama Pak Sura Jalu?” Tanyanya memastikan, aku menggangguk mengiyakan pertanyaannya. “Tentu saja, Neng. Dan bukan cuman Mamang, Bapak sama Ibu juga mengenal beliau. Mungkin sejak Den Arga masih kecil.” Jawabnya yang membuat aku bertukar pandang dengan Arga yang duduk sedikit di belakangku. “Kok bisa, Mang?” Arga mengikutiku menegakkan tubuhnya, lalu menggeser duduknya sedikit ke depan. “Tapi semua rekan Papi saya kenal loh, Mang. Keluarganya juga.” Lanjutnya antusias dengan topik obrolan kami bertiga. “Terakhir ke

