Tato

2145 Kata

Arganta Ragnala Suara dari panggilan masuk ke nomor ponselku membangunkan ku dari tidur ternyamanku, tanganku menggapai ponsel yang berada di sebelah kepalaku. “Ya..” Tanpa melihat siapa si penelpon aku menerima panggilannya. “Loe dimana, Bang? Si Bimo nelpon, udah siang mobil loe enggak ada yang ambil.” Dengan mata setengah terbuka, aku bangun mendudukan tubuhku lalu menyandarkan kepalaku di sandaran kasur. Akhirnya aku menyadari ada sesuatu yang salah saat nertaku menyusuri seisi ruangan tempatku tidur semalaman. Di dalam kamarku ataupun di kamar kantorku aku tidak pernah memakai warna-warna pastel seperti ini, baik itu cat dinding atau barang-barang yang ku gunakan di dalamnya. “Ini dimana?” Batinku. “Bentar lagi gue bawa ke D’One. Gue tutup, Van.” tanpa menunggu jawaban dari Evan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN