Gantari Willis Aku membuka mata saat merasakan terpaan sinar matahari di wajahku, yang aku lakukan hanya menaikan kembali selimut yang membungkus tubuhku semalaman sebatas leher, lalu kembali bergelung nyaman di bawahnya. Hawa dingin pagi ini terasa menusuk sampai ke tulangku, ku kira hanya Lembang yang berhawa dingin namun nyatanya tempat ini dua kali jauh lebih dingin dari pada hawa kota Kembang di malam hari. Namun aku tidak merasakan kehadiran Arga didekatku, dan benar saja saat aku membalikan tubuhku untuk melihat keberadaannya Arga sudah tidak ada di tempatnya kemarin malam ketika menidurkan dirinya. “Kemana dia?” Batinku. Nertaku memindai seisi ruangan, tidak ada tanda-tanda Arga berada di kamar ini. tanganku menggapai ponsel yang aku taruh di atas nakas sebelah tempat tidur, mat

