Tidak Ada Wanita Lain

2231 Kata

Author pov “Mang, sudah tidur?” Tanya Arga diujung telpon setelah Mang Udin menerima panggilannya dijam satu dini hari. “Belum, Den. Kelaperan atau butuh yang lain?” “Rokok saya enggak ada, tolong beliin ya Mang. Sekalian bawain makanan.” Perintahnya. “Oh, satu lagi. beliin obat anti nyeri juga. Makasih, Mang.” “Baik, Den.” Arga memutus panggilannya, dia kembali ke dalam kamar. Memeriksa Tari yang masih terlelap dengan nyaman bergelung di bawah selimut tebal. Arga merebahkan tubuhnya di samping wanita yang kini sepenuhnya telah menjadi miliknya dengan posisi menyamping menatap wajah damai Tari. Bayang-bayang percintaan panasnya dengan Tari kembali berputar dipikirannya, setiap inci tubuh Tari tidak ada yang luput dari penglihatannya. Dia masih perasakan perih di punggungnya akibat go

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN