59. Satu Wajah

1224 Kata

Huzam bersiap sebelum berangkat kuliah. Setelah kurang lebih satu bulan lamanya Maria menyiapkan berkas administrasi, akhirnya Huzam bisa menjadi mahasiswa. Sayangnya, ia tidak memiliki kehidupan normal seperti mahasiswa lainnya.                “Ingat Huzam kamu tidak boleh bergaul dengan siapa pun. Kamu, calon pewaris Hwayang,” ujar Anggoro yang di hari pertama Huzam masuk kuliah menyempatkan diri menyambangi Rubico.                “Baik, Pak. Akan saya ingat terus.”                Anggoro melangkah maju. Ia tepuk lengan Huzam seraya memandangi bagaimana remaja itu tumbuh. Ia cukup bangga.                “Saya percayakan semua padamu, Zam. Ini kesempatan emas.”                Huzam mengangguk. Akhirnya mereka bertatap muka dan kembali membahas tujuan awal mereka bertemu. Satu kesepak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN