89. Kumohon

1141 Kata

Huzam terdiam. Mendengar kata home stay otomatis mengingatkannya pada seseorang. Hatinya berdesir. “Lokasinya di mana? Apa istimewanya home stay itu sampai harus diambil?” “Sebentar.” Maria mulai memeriksa berkas yang sudah dikumpulkan oleh timnya. “Ini bukan home stay.” “Kamu gimana, Mar? Yang benar kerjanya,” tegur Arbrito. Maria masih tampak kelelahan setelah tiba-tiba menyusul ke Magelang. “Resort, Mas. Ini di Bandongan.” Huzam dan Arbrito mengerutkan kening. Mengapa jauh sekali? Apa istimewanya? “Gini saja. Mendingan besok kita cek langsung ke sana. Kita pastikan dulu. Aku takutnya tim bapak asal ngumpulin data.” “Ya. Aku setuju, Mar. Untuk sekarang kita istirahat dulu saja.” Arbrito memerhatikan Huzam yang memang tampak lelah. Bahkan seharian pemuda itu belum makan. Huzam me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN