Arbrito memahami perasaan Huzam dan Soni. Untuk itu ia biarkan dua orang yang cukup lama tak bertemu saling berbicara lebih lama. Saat Soni meminta waktu lebih banyak padanya ia biarkan. Hingga mereka menepi di sebuah kedai kecil di kawasan itu. Sementara dirinya berjaga-jaga agar tempat yang disinggahi Huzam aman. Mengingat sepenting itu posisi Huzam sekarang. Soni memesankan sebuah es teh manis untuk Huzam. Meminta agar pemuda itu sedikit merilekskan diri sebelum mereka membicarakan lebih banyak hal. Soni sangat memahami sulitnya menjadi Huzam. Dan ia menunggu cukup sabar sampai akhirnya Huzam merasa nyaman. “Apa yang sebenarnya terjadi? Kamu baik-baik saja selama ini?” Huzam menggeleng lalu mengangguk kecil. “Pertanyaan bodoh, ya? Dasar Soni kau bodoh,” ujar Soni memukul mulutnya s

