Aksi baku hantam itu tak diduga sama sekali oleh pengawal Huzam. Semua orang lengah termasuk Arbrito yang lebih memikirkan perintah Jin Ha dibandingkan Huzam. Alhasil, Huzam harus terbaring di brangkar kamar VIP sebuah rumah sakit dengan luka tusuk di bagian perut. “Aaaaaa,” pekik Huzam saat berusaha menggerakan badan. Ia tersadar setelah obat bius pasca operasinya hilang. “Kamu baik-baik saja?” Jin Ha yang menunggui Huzam cukup panik. “Berapa lama aku pingsan?” “Kurang lebih enam jam, Zam.” Huzam memegang keningnya. Pantas saja masih terasa pusing di sana. “Arbrito?” “Sedang ada urusan di luar.” “Maria?” Jin Ha menghela napas berat. “Jangan pikirkan hal lain dulu, Zam. Fokus dengan kesehatanmu.” Huzam menoleh. Ia berusaha bangkit dari posisi tidurnya begitu mendengar penuturan Ji

