Pembagian Tim

1321 Kata
"Kau mau kemana Sisame-chan??, Kau lihat aku sudah jadi genin, aku berhasil Sisame-chan" ia berkata dengan senyum secerah matahari pagi. "Ya, aku tau kau pasti berhasil" ucapku sambil merangkul bahunya. "Baiklah, ayo kita berangkat bersama ke akademi, kurasa kau harus memberikan kejutan pada mereka, aku juga ada urusan dengan Iruka-sensei" sambungku sambil berjalan. "Tentu saja, aku ingin menunjukkan pada Sakura-chan kalau aku lulus ttebayo" ucapnya melepaskan tanganku dibahunya dan menarik tangan ku sambil berlari penuh semangat membara. Ya bukan aku tidak tau apa yang terjadi tadi beberapa hari lalu. Aku sungguh tau apa yang terjadi. Dimulai dari tidak lulusnya Naruto menjadi genin, hingga hasutan Mizuki-sensei menyuruh Naruto mencuri gulungan rahasia milik hokage ke dua, dan terlukanya Iruka-sensei saat menyelamatkan Naruto. Mizuki-sensei sengaja menyuruh Naruto agar ia bisa mengambil gulungan tersebut dari Naruto tapi keberuntungan tidak berpihak pada Mizuki-sensei , ia harus babak-belur dibuat Naruto dengan menggunakan ribuan Kage bunshin karena telah melukai Iruka-sensei. Aku sempat terharu karena akhirnya ada juga yang mengakui Naruto, seseorang yang mengakui dia itu ada, seseorang yang mengakui bahwa ia adalah ninja Konoha yang cita cita nya menjadi Hokage. Rasanya sungguh lega saat Iruka-sensei memberikan ikat kepala yang berlambang Konoha kepada Naruto tanda bukti awal bahwa Naruto telah menjadi Ninja Konoha. Bagaimana aku bisa tau kejadian yang tadi itu berlangsung, tentu saja aku memaksa kakek Hokage agar aku membantu mengejar Naruto tapi kakek Hokage takut bila aku terluka saat mengerjarnya. Ia hanya menyuruh beberapa Anbu dan ninja jonin untuk mengejar Naruto. Aku tetap memaksa hingga kakek Hokage menyuruh aku untuk memantau dari jauh melalui bola kaca yang memperlihatkan kejadian tersebut bersama kakek. Larian kami terhenti karena teriakan seorang bocah yang menggunakan syal panjang berwarna biru, berbaju kuning serta lambang Konoha dibajunya dan tentu saja bocah itu sangat tidak asing lagi bagiku. Ya karena setiap harinya aku bertemu dengannya tanpa lupa ia menjahili ku dan setiap harinya aku bertengkar dengan nya, ya walau bagaimanapun aku tetap menyayangi nya. Ia sudah seperti adik bagi ku, aku sudah melihat nya tumbuh dan tinggal bersama nya sampai sekarang "Ayo bertarung, kore!!" Teriakan dari hadapan kami ingin menyerang tapi baru dua langkah ia sudah dengan tidak elitnya memeluk tanah dengan mesra. "Sedang apa kau ini, Konohamaru?" tanya Naruto heran "Naruto-niisan hebat, kau memang pantas jadi saingan ku, kore" jawabnya sambil berdiri "Aku tak melakukan apapun"seraya berjalan kehadapan Konohamaru. "Ayo bertarung dengan adil!!" dengan menatap tajam Naruto "Hey hey bertarung nya nanti saja, Naruto bukan kah kau ada urusan, dan kau Konohamaru perbaiki gigimu dulu, dan jangan sembarang ngajak orang bertarung" ucapku dengan nada remeh "Heh Neesan, aku pasti akan lebih kuat darimu, kore" jawabnya dengan berapi-api "Neesan?? Kau kenal dengan nya Konohamaru?" Tanya Naruto heran. "Tentu saja, dia Neesan ku, serta dia orang yang ingin aku kalahkan, kore" jawabnya menatap tajam kearahku dan tentu saja kubalas dengan tatapan tajam juga. Jawaban Konohamaru membuat Naruto bingung yang ia tau Sisame tidak mempunyai adik. Melihat raut bingung Naruto membuatku berlari meninggalkan mereka berdua. Aku tidak ingin mendengar pertanyaan Naruto, dan aku juga belum siap jika Konohamaru tau aku bukanlah kakak yang selalu ia banggakan. Usianya belum cukup mengerti. Sesampai di akademi aku langsung menemui Iruka-sense. Kakek Hokage menyuruh ku menemui Iruka-sense. Di akademi cukup sunyi menurut ku mungkin aku yang terlalu cepat, tetapi ada seseorang yang terus mengikutiku dari awal aku keluar rumah hingga kelorong lorong kelas yang aku lewati ia belum berhenti mengikutiku dengan malas aku berbalik menatap kearahnya tetapi ia juga berbalik sambil jalan menjauh dariku jadi aku hanya melihat lambang kipas punggungnya yang menjauh. Ini bukan yang pertama kalinya ia mengikuti ku. Dengan acuh aku kembali mencari Iruka-sense. "Sisame-sama, kau sudah datang, duduklah aku akan memberi tahu mu sesuatu yang penting"sapaan Iruka-sense ku dengar saat masuk keruangannya. Panggilan ini yang membuat ku sedikit jengkel. " Iruka-sensei, jangan memanggilku begitu walaupun aku sebentar jadi muridmu tapi jangan memanggilku begitu aku tidak gila hormat sensei" jawabku dan memang aku tidak menyukai panggilan itu apalagi orang yang lebih tua dariku. "Ara ara, apakah kau tau tentang mengapa kau disini??"tanya Iruka-sensei "Tidak sensei, aku tidak mempunyai kemampuan membaca pikiran orang"kataku kesal sedikit mengembungkan pipiku. "Haha, bukan itu maksud ku apakah kau sudah diberi tahu Sandaime Hokage tentang Tim mu nanti?" Jawab Iruka-sense "Tidak sensei, apakah timku di ubah?"tanyaku dan benar aku tidak diberi tahu apapun sama kakek hokage tentang kenapa aku disuruh kesini, dan kenapa aku tidak bertanya. *Aduh Sisame hidupmu terlalu santai. "Iya tapi hanya dirimu saja, kau akan jadi asisten Jounin pembimbing tim baru nanti " jawab Iruka-sense membuatku sedikit terkejut. "Jadi karena itu aku dipanggil kesini sensei?" Tanyaku "Ya bisa dibilang begitu, sekarang ikuti aku" jawabnya berlalu pergi diikuti oleh ku. Skip Iruka-sense masuk kekelas untuk membagi tim sedang kan aku disuruh menunggu didepan pintu kelas yang dulu pernah menjadi kelasnya. "Mulai hari ini kalian resmi menjadi ninja, tapi kalian masih menjadi Genin, Rintangan sesungguhnya dimulai dari sekarang. Kalian akan masuk kesebuah tim berisi tiga orang dan menjalankan misi sambil di dampingi guru Jounin. Tim telah ditentukan dan dibagi agar kekuatanya seimbang. Akan ku umumkan siapa saja berikut nya tim 7 Uzumaki Naruto, Haruno Sakura~ " ucapan Iruka-sense terhenti karena teriakan salah satu muridnya. "Yatta!!" Teriakan nyaring kudengar dari balik pintu membuat ku sedikit tersenyum tentu saja aku tau itu suara siapa "~Beserta Uchiha Sasuke" sambung Iruka-sense "Yatta!!!" Teriakan nyaring lagi ku dengar bukan teriakan yang sama dengan teriakan pertama yang ku dengar. *Tunggu, Uchiha Sasuke?? Apa dia Uchiha tadi pagi yang mengikuti ku dillorong akademi, tapi Uchiha yang ku dengar cuma tersisa satu dikonoha. Hmm ya kurasa dia. "Berikutnya tim 8 Hyuuga Hinata, Inuzuka Kiba, dan Aburame Shino. Tim 10 Yamanaka Ino, Nara Shikamaru, beserta Akimichi Chouji. Pembagian tim selesai" ucap Iruka-sensei. " Iruka-sensei, kenapa murid hebat seperti ku harus satu tim dengan orang ini,Dattebayo?" ucap salah satu murid yang didalam kelas itu membuatku terkikik geli. "Nilai Sasuke paling tinggi diantara yang lain. Naruto, kau yang paling rendah!, Kami sudah menyeimbangkan kekuatannya, maka itu kalian satu tim" jawab Iruka-sensei membuat gelak tawa termasuk aku, ya sudah kuduga siapa lagi suara yang besar serta kata Dattebayo yang tidak pernah lupa terucap. "Jangan cuma jadi beban, Dobe" kata salah satu murid membalas Naruto. *suaranya itu, seperti tidak asing bagiku. Tapi dimana aku mendengarkan nya "Apa katamu"ucap Naruto. "Mau gelud, Dobe" balasnya *Suara itu?? apakah aku mengenal nya. "Hentikan, Naruto!" Teriak para murid perempuan dikelas itu. "Baiklah aku akan memperkenalkan kalian dengan asisten Jounin pembimbing usianya seumuran dengan kalian tapi ia sudah berada tingkat Jounin. Ia adalah Kunoichi jenius pertama. Silahkan masuk Sisame-chan" kata Iruka-sensei membuyar lamunan ku, dengan merapikan sedikit rambut ku, melangkah masuk kelas dan berdiri disamping Iruka-sensei. *Apa apaan ini, tatapan apa itu.. Pikiran ku menjerit, ingin rasanya aku menghilang. Dimana rasa kepercayaan diri ku tadi. "Hm Perkenalkan Namaku Namikaze Sisame" ucapku sambil menatap kepenjuru kelas melihat siswa siswa akademi "Wah Sisame-chan sugoi!! Teriakan Naruto memenuhi ruang kelas aku hanya bisa tersenyum canggung. "Naruto. Kau tidak sopan. Kenapa kau manggil Sisame-sama seperti itu dia putri Yondaime tau, kau harus menghargainya" ucap salah satu siswa kepada Naruto "Aku dan Naruto adalah sahabat jadi bagiku itu tidak masalah. Dan yang Hokage itu ayahku bukan aku jadi jangan terlalu hormat. Perlakukan aku seperti teman sebaya ya" jelas ku menunjukkan senyum terbaik. "Kirei.....!! "Sisame-san kau sangat cantik boleh kah aku jadi penggemar mu!!" Teriak salah satu murid cowok "Hehe tentu saja"balasku tersenyum canggung "Baiklah, sudah dulu. Nanti siang akan ku perkenalkan kepada Jounin sensei kalian. Kelas dibubarkan!!! dan Sisame-chan kau di minta ke kantor hokage" ucapnya sambil berlalu pergi. "Haik, Sensei" jawabku juga ikut pergi tapi sebelum keluar dari kelas entah kenapa mataku kembali berbalik melihat ke dalam kelas dan mataku tertuju pada laki laki berbaju Dongker yang juga menatap ku, pandangan ku cukup lama menatap nya hingga teguran dari Iruka-sensei membuatku tersadar hingga kembali berjalan menuju tujuan ku selanjutnya. (POV??) "Mengapa ia seolah-olah tak mengenalku, apa ia melupakan ku sebagai temannya, mengapa ia menjauhiku, aku mohon siapapun itu kembalikan Sisame ku yang dulu"....... Bersambung....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN