"SEZAAAA!!!!!!! GUE BANTING YA LO!!!!!" teriak Aqila kencang. Habis sudah kesabarannya kali ini.
"NGESELIN YA LO!! SINI!! GULAT SAMA GU-"
"Utuu utuu utui tuuu ... tayang tayang tayang tayang ... cupp cupp cupp ... tenang ya." Saat Aqila marah-marah, Seza langsung memeluknya erat. Menyadarkan kepalanya ke bahu Aqila.
Aqila menghela nafasnya pasrah. Jika sudah sama Seza, mana bisa Aqila marah.
Aqila balas memeluk Seza. Menetralkan emosinya yang sejak tadi menggebu-gebu.
Semua orang langsung tersenyum melihat Aqila dan Seza akur. Termasuk Altha, dia sangat senang melihat tingkah Seza yang absurd, tapi Seza mampu mencairkan suasana mencekam dengan tingkahnya. Itu yang Altha suka dari Seza, penenang.
"Ekhemm ekhemm ...." Altha berdeham, membuat semua orang menjadi memperhatikannya.
"Perhatian, guys, gue mau nyanyi buat seseorang. Kalian mau dengerin gak?" tanya Altha pada teman-temannya.
"Mau dong," jawab mereka kompak.
Altha tersenyum senang.
Seza menaikkan sebelah alisnya. Dia tak tau Altha ingin bernyanyi untuk siapa.
"Jadi gue mau nyanyi buat wanita yang spesial buat gue, wanita yang benar-benar gue cintai, calon ibu dari anak-anak gue kelak, Seza Sazkia Mada," Altha menatap dalam ke arah Seza, senyuman tak pernah pudar dari bibir Altha.
"Cieee cieee ... uhuyy ... baper nih gue guys," Mila langsung bersorak heboh.
Seza tersenyum, pipinya merah karena malu.
"Oke, lagu ini spesial aku nyanyiin untuk kamu, sayang. Sebenarnya aku mau nyanyi ini nanti, disaat hari spesial kita. Tapi karena aku udah gak sabar pengen nyanyi, jadi malam ini aku bakalan nyanyiin ini untuk kamu. Hitung-hitung buat latihan nanti, biar gak grogi," ungkap Altha pada Seza.
Seza sendiri tak tau lagu apa yang akan dinyanyikan Altha untuknya. Seza hanya bisa menanti Altha bernyanyi.
"Oke, sekali lagi, lagu ini spesial untuk my love, Seza Sazkia Mada. Untuk kalian yang mendengarkan, semoga ikut bahagia dan enjoy." Altha mulai memetik gitarnya.
Altha memainkan gitarnya dengan indah, dia juga mulai bernyanyi dengan suara merdunya.
Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Semua orang langsung heboh saat mendengarkan lagu yang dibawakan Altha.
"Wopp!! Altha ngelamar Seza,"
"Ini ngelamar beneran? mau nikah beneran?
"Please, tolong, gue ngefly,"
"Gue baper, tanggung jawab, Tha,"
Komentar orang-orang terdengar jelas di telinga Altha dan Seza.
Seza sendiri juga sama terkejutnya, jantungnya langsung berdegup kencang, berdegup tak karuan.
Melihat senyum tulus Altha padanya membuat Seza hanyut dalam perasaan.
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Altha memetik gitarnya dengan bahagia, matanya tak pernah lepas dari Seza.
"Lo dilamar si Altha beneran atau cuma nyanyi?" bisik Aqila di telinga Seza.
"Gak tau gue, kita kan sama-sama di sini, mana gue bisa tau," jawab Seza kesal, karena telah diganggu oleh Aqila.
Aqila yang merasa tak puas dengan jawaban Seza, langsung saja kembali bertanya pada Danu.
"Si Altha beneran ngelamar Seza atau cuma nyanyi doang?" tanya Aqila penasaran.
"Cuma nyanyi doang kali. Mana mungkin si Altha ngelamar gini, gak ada romantis-romantisnya sama sekali," jawab Danu yang masih menduga-duga juga. Sebab Danu juga tak tau apa maksud Altha bernyanyi seperti ini.
Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Altha menatap Seza dalam, Seza sendiri tak tau apa maksud tatapan Altha itu.
Semua orang hanyut ke dalam suasana yang Altha ciptakan. Terbawa perasaan karena melihat Altha dan Seza yang sangat manis. Suara Altha yang merdu juga mensugesti mereka untuk ikut bernyanyi bersama Altha.
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Prokk prokk prokk prokkk ...
Semua orang langsung bertepuk tangan meriah. Altha benar-benar menakjubkan malam ini.
"Terima dong, Seza, nunggu apa lagi? ayo terima," desak Aldo tak sabaran.
"Iya, terima dong, Seza. Kalau lo gak mau nerima Altha, gue aja deh yang nerima. Altha nya buat gue, dengan senang hati gue merima," timpal Mila ikut-ikutan.
Altha tertawa cekikan. "Kalian apa-apaan sih? emangnya siapa yang ngelamar Seza?" tanya Altha geli.
"Lahh barusan lo enggak melamar Seza apa?" tanya Aldo bingung.
"Ya enggak lah. Kan di awal uda gue bilang, seharusnya gue nyanyi ini di hari spesial gue dan Seza nanti, tapi karena gue gak sabar, itung-itung aja ini latihan buat gue," jelas Altha sambil cengar-cengir.
"Yaaaa elahh ... kecewa penonton," Aldo menghela nafas kecewa, wajahnya dibuat sedramatis mungkin.
"Huftt ... gagal makan daging deh di pernikahan kalian, kirain uda mau nikah," Mila juga ikut mengeluh.
"Uda diangkat tinggi-tinggi, tapi dijatuhin lagi, hahaha ... kasian banget sih,"
Semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara. Yang berbicara adalah seorang gadis, salah satu teman Seza, hanya saja Seza tak terlalu dekat dengannya. Nama gadis itu adalah Kaysa Azzura.
"Lo apa-apaan sih, Kaysa? kok tiba-tiba muncul ke permukaan langsung nyolot? biasannya juga lo diem aja, cuma jadi pengamat doang. Ini ngapai lagi tiba-tiba muncul terus make nyolot segala?" tanya Bima yang sejak tadi diam.
Kaysa menaikkan sebelah alisnya. "Nyolot? gue gak nyolot kok. Gue cuma bercanda doang. Kenapa kalian harus seserius ini?" tanya Kaysa sambil tertawa.
Tapi suasana hening, garing, tak ada yang merespon baik ke Kaysa.
"Apaan sih cewek ini? sekalinya nongol langsung nyakitin hati. Apa sih maksudnya dia?" tanya Seza dalam hati.
"Geram juga gue liatnya, enak aja langsung ngeledek gue gitu. Idihh siapa banget dia, sok oke. Malah digaringin lagi sama temen-temen, kasian banget sih," lanjut Seza dalam hati.
Altha yang sudah membaca raut wajah tak enak Seza langsung mendekati Seza. Dia langsung membawa Seza dalam dekapannya.
"Uda ya, jangan dipikirin. Namanya juga hidup, pasti ada hatersnya," bisik Altha pelan.
"Gila dia itu, aku gak suka liat dia yang tiba-tiba nyolot, Fandra," Seza mengeluh pada Altha.
"Uda biarin aja, gak usah dipikirin. Kamu jangan nampakin kalau kamu kesel, nanti dia malah merasa menang," Altha memberi tau Seza supaya Seza tak badmood lagi. Pasalnya Seza kalau sudah badmood sangat menyebalkan. Percaya lah, Altha saja harus mengelus d**a.
"Biarin aja deh, Seza. Gak usah dipikirin, haters mah wajar gitu. Lo kan cantik ya, kaya raya pula, siapa coba yang gak iri sama lo? apa lagi sekarang lo pacaran sama Altha, seorang Presma yang terkenal, ganteng pula, idaman para wanita pula. Jadilah haters bertebaran di mana-mana." Kali ini Aqila yang berbicara setelah sejak tadi dia hanya diam saja.
Seza menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya dengan perlahan.
Seza melepaskan pelukan Altha di tubuhnya.
"Nyanyi apa lagi kita, guys?" tanya Seza dengan senyum cerianya.
Semua orang yang ada di situ langsung menghela nafas lega, akhirnya Seza tidak bad mood. Mereka sangat mewanti-wanti Seza kalau sedang bad mood. Di kelas saja kalau Seza bad mood semua orang langsung ngalah. Seza bisa buat kelas hancur kalau dia bad mood. Salah satunya melempar orang-orang yang membuatnya bad mood dengan sepatunya. Ya, Seza memang begitu, bisa jadi singa di saat dirinya sedang tak enak hati. Maka semuanya harus berhati-hati.