Sebatas Patok Tenda

1028 Kata
"Uda biarin aja, gak usah dipikirin. Kamu jangan nampakin kalau kamu kesel, nanti dia malah merasa menang," Altha memberi tau Seza supaya Seza tak badmood lagi. Pasalnya Seza kalau sudah badmood sangat menyebalkan. Percaya lah, Altha saja harus mengelus d**a. "Biarin aja deh, Seza. Gak usah dipikirin, haters mah wajar gitu. Lo kan cantik ya, kaya raya pula, siapa coba yang gak iri sama lo? apa lagi sekarang lo pacaran sama Altha, seorang Presma yang terkenal, ganteng pula, idaman para wanita pula. Jadilah haters bertebaran di mana-mana." Kali ini Aqila yang berbicara setelah sejak tadi dia hanya diam saja. Seza menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya dengan perlahan. Seza melepaskan pelukan Altha di tubuhnya. "Nyanyi apa lagi kita, guys?" tanya Seza dengan senyum cerianya. Semua orang yang ada di situ langsung menghela nafas lega, akhirnya Seza tidak bad mood. Mereka sangat mewanti-wanti Seza kalau sedang bad mood. Di kelas saja kalau Seza bad mood semua orang langsung ngalah. Seza bisa buat kelas hancur kalau dia bad mood. Salah satunya melempar orang-orang yang membuatnya bad mood dengan sepatunya. Ya, Seza memang begitu, bisa jadi singa di saat dirinya sedang tak enak hati. Maka semuanya harus berhati-hati. "Berhubung semenjak camping gue liat banyak orang yang bucin plus jatuh cinta tiba-tiba, gimana kalau kita nyanyi cinta sebatas patok tenda? setuju gak?" tanya Mila bersemangat. Semua orang langsung mengernyit bingung. "Lagu apa itu, gue gak pernah dengar lagu itu," tanya Seza bingung. "Iih itu lagu anak Pramuka loh, lagu cinta sebatas patok tenda. Mas kalian gak tau sih?" tanya Mila kesal. "Ya mana kita tau, kita bukan anak Pramuka kali. Kan lo yang anak Pramuka, ya lo dong yang tau, kita mah enggak," balas Aqila tak mau disalahkan. "Bentar-bentar, gue cariin dulu lagunya." Mila membuka ponselnya, lalu memutar lagu itu dari YouTube. "Nihh dengerin lagunya," Mila menguatkan loudspeaker hpnya supaya semua orang bisa mendengar lagunya. "Ini mah buat orang yang cinlok di kemah. Kita kan gak kemah," celetuk Aldo polos. "Lahh g****k, jadi ini kita namanya apa kalau gak kemah, hah? camping sama kemah sama kali. Sama-sama tidur di tenda, aneh ya lo," Mila langsung menyolot, dia geram melihat kebodohan Aldo. "Lo kok marah-marah sih, Mil? lo lagi pms ya?" tanya Aldo tak terima dimarahin. "Ayo dong, kita nyanyi ini," pinta Mila pada teman-temannya. "Lahh kita-kita gak tau lagunya, gimana mau nyanyi coba?" tanya Bima bingung. "Ya usaha lah, guys, lihat hp masing-masing, ayo kita nyanyiin bareng," rengek Mila memohon. "Lagi pula ngapain nyanyi ini sih? ganti aja deh yang lain. Lo juga gak lagi cinta sebatas patok tenda kan? jadi ngapain maksa nyanyi ini? kita gatau nyanyinya, ribet," ujar Putri. "Ya kan ada Danu sama si Aqila, mereka kan cinta lokasi di bumi percampingan. Kalian lupa apa? ini manusia jelas-jelas ada di depan mata kita loh." Mila menunjuk Danu dan Aqila secara bergantian. "Lah kok jadi lari ke gue?" tanya Danu heran. "Kok jadi gue dibawa-bawa sih?" tanya Aqila yang juga bingung. "Ahh uda lah, pokoknya gue mau nyanyi itu! titik!! pokoknya kalian juga harus ikut nyanyi. Gus marah nih kalau kalian gak mau nyanyi buat gue," ancam Mila yang sudah cemberut. "Lahh gila nih anak, pemaksaan yang hakiki," celetuk Danu asal. "Ayo dong, nyanyi, please ...," Mila memohon pada teman-temannya. "Yaudah yaudah ayo nyanyi, lagunya gampang di hafal kok. Kalau masih bingung liat lirik di hp masing-masing aja," putus Bima kemudian. "Ayo, Tha, mainin gitarnya," pinta Bima kemudian. "Gue gak gau gimana kunci gitarnya, gue liat di internet dulu ya." Altha langsung mengeluarkan ponselnya dan langsung mencari kunci gitar lagu cinta sebatas patok tenda. Altha membacanya pelan. "Sayang, bisa tolong pegangin gak?" tanya Altha pada Seza. "Yaudah sini aku pegangin," Seza langsung merebut ponsel Altha, kemudian Seza memegang ponsel Altha di posisi nyaman supaya nanti dia tak pegal. "Oke gue coba ya," Altha mulai memetik gitar dengan panduan internet. Perlahan tapi pasti Altha mulai sedikit-sedikit mengerti dan hafal kunci gitarnya. "Uda ayo nyanyi, guys," perintah Altha pada teman-temannya. Altha memetik gitarnya, meskipun Altha tak tau lagu itu. Tapi Altha masih saja bermain gitar dengan baik, semua orang takjub dengan bakat Altha yang satu ini. Altha mulai bernyanyi, mengikuti irama dan nada. Dengarkanlah suara hati ini Suara hati yang ingin ku dendangkan Tak mampu untuk ku sampaikan Kan ku ungkapkan lewat laguku ... Berawal dari perkemahan ini Rasa itupun hadir di hatiku.. Menghiasi relung sukmaku Cinta bersemi di bumi perkemahan ... Semua orang bernyanyi dengan baik, meski mereka tak tau dan tak pernah dengar lagu ini, tapi mereka tetap bau menyanyikannya dengan baik, mungkin juga karena lagunya yang simpel dan mudah untuk diingat. Akankah cintaku sebatas patok tenda Tenda terbongkar sayonara cinta Akankah cintaku sebatas patok tenda Tenda terbongkar sayonara cinta ... "Yee!! tepuk tangan untuk kita semua, yeee!!" Mila langsung bersorak gembira saat lagu telah selesai mereka nyanyikan. "Gila nih anak ya, setres, lagi kumat kali ya," celetuk Aldo tiba-tiba. "Iya, ini Mila kurang minum obat kali. Uda malam, guys, lagi kumat dianya. Harap maklum," sambung Syakir ikut-ikutan. "Ya Allah tega banget sih kalian teman-teman. Ini gue waras loh, ngapain kalian bilang gue gak waras? gue juga sehat, ngapain kalian bilang gue suruh minum obat? wahh .... parah nih orang-orang, ngeselin," Mila mendengus kesal. "Lo aneh hari ini, Mil, sama kaya Bima. Bima tiba-tiba minta lagu sahabat jadi cinta. Lah sekarang lo minta lagu cinta sebatas patok tenda. Kalian aneh banget, suka gak waras. Belum lagi ngeliat si Danu sama Aqila yang tiba-tiba akur kayak couple goals, ahh jadi makin tambah pusing gue liat keanehan lo semua." Aldo menggaruk tengkuknya, wajahnya memasang ekspresi wajah bingung. "Emang, Tha, lo hebat deh," Aldo memuji Altha. Altha menaikkan sebelah alisnya. "Hebat? hebat kenapa?" tanya Altha bingung. "Ya hebat aja, lo hebat bisa nyiptain camping yang penuh keajaiban. Salut gue sama lo, lo benar-benar hebat," puji Aldo tulus Altha tertawa geli. "Apaan sih lo? ada-ada aja sih. Mana bisa gue nyiptain camping yang penuh dengan keajaiban. Maksudnya keajaiban itu apa? di sini gak ada pohon duit kok." "Pokoknya lo hebat deh, Tha. Campingnya keren, gue suka. Doain ya gue dapat cewek di sini, tapi gue gak mau sebatas patok tenda," ujar Aldo. Altha tertawa, "Iya-iya, gue doain deh, aamiiin sejagat raya," balas Altha bercanda. https://m.kapanlagi.com/lirik/artis/lirik-pramuka/cinta-sebatas-patok-tenda/
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN