"Uda kenyang belum?" tanya Danu pada Aqila.
"Uda, tapi kepala gue masih pusing," jawab Aqila.
"Sini coba gue periksa, masih panas atau uda redahan." Danu mendekati Aqila lalu memegang dahi Aqila untuk memeriksa apakah panas Aqila sudah reda atau belum.
"Bukannya reda malah makin panas, gila panas banget, kek abis mandi di air panas lo nya. Uda lah ayo kita pergi ke PMI, lo harus diperiksa dokter. Takut gue kalau lo kejang-kejang. Gue pernah tuh punya teman, sangking panasnya badannya, dia jadi kejang-kejang, nyeremin oy, bahaya. Uda yuk, gue anterin lo ke PMI." Danu mengajak Aqila ke PMI.
"Gue mau sama Seza aja, tolong panggilin Seza, dong," pinta Aqila pada Danu.
"Noh liat tuh Seza lagi ngapain. Dia lagi asik tuh nempel sama si Altha. Lo yakin mau ganggu dia?" tanya Danu.
Aqila tampak diam sejenak. "Ya udah deh, ya udah sama lo aja. Ayo buruan, badan gue rasanya gak karuan nih." Aqila mencoba berdiri pelan-pelan. Tapi karena lemas dan kepalanya pusing, Aqila hampir jatuh.
"Uda lah kalau gak bisa jangan sok kuat. Ayo, gue bantuin." Danu membantu Aqila berdiri.
"Mau gue gendong aja?" tawar Danu.
"Lo lemes gitu, takut gue kalau nanti jatuh. Uda gue gendong aja ya. Biar cepat sampai," jelas Danu.
"Gak mau ah, gue mau jalan aja. Gue masih kuat kok. Ayo bantuin gue jalan," Aqila memegang pundak Danu.
Danu mendengus kesal. "Dasar cewek bar-bar keras kepala!"
Danu memapah Aqila, membantu Aqila berjalan pelan-pelan.
Di sebrang sana, Aldo yang melihat Danu dan Aqila sedang berjalan mendekat langsung merequest lagu pada Altha.
"Tha, lagu awas jatuh cinta dong," pinta Aldo pada Altha.
"Lah, kan semalam uda nyanyi itu, yang lain deh," Altha menolak.
"Tapi lagunya enak, Tha, gue suka. Please, nyanyi lagu itu dong, Tha," Aldo memohon pada Altha.
Altha menghela nafasnya pasrah. "Oke, kita nyanyi lagu itu lagi deh." Altha mulai memetik gitarnya, mencari nada yang pas untuk menyanyikan lagu awas jatuh cinta.
Altha mulai bernyanyi, diiringi petikan gitarnya.
Aku punya niat yang baik
Coba ku ungkapkan padamu
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar dihidupku
Tapi kau bilang pergi sana
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodoh mu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Semua orang yang ada di situ langsung ikut bernyanyi, mereka kontak dengan suara merdu milik Altha.
Lagunya memang tidak membosankan, membuat orang-orang ingin menyanyikannya terus menerus.
Danu dan Aqila berjalan semakin mendekat ke arah kumpulan teman-teman mereka yang sedang asik bernyanyi.
Aku punya niat yang baik
Coba ku ungkapkan padamu
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar dihidupku
Danu berhenti saat Aqila tak sengaja tersandung batu. Tepat di samping teman-teman mereka yang sedang bernyanyi bersama Altha. Semua orang yang melihat Danu dan Aqila langsung terkejut. Mereka baru mengerti mengapa Aldo meminta Altha untuk menyanyikan lagu ini lagi, ternyata ada alasannya.
Aldo dan teman-teman yang lain bernyanyi semakin kuat dan semangat saat melihat Danu perhatian pada Aqila.
"Uda deh, gue gendong aja yuk," tawar Danu yang panik, takut kalau Aqila terjatuh.
"Gue takut jatuh digendong sama lo," jawab Aqila ragu.
"Ya elah, lo pikir gue lemah apa. Ya kali gendong lo aja gue gak sanggup. Uda ayo naik, gak usah banyak cerita dah, itu makin panas nanti badan lo, bahaya. Uda sini naik." Danu berjongkok di depan Aqila. Lalu dengan ragu-ragu Aqila naik ke atas punggungnya.
"Berat juga ya lo, banyakan dosa nih," ujar Danu saat dia mulai berdiri dengan Aqila yang sudah ada gendongan belakangnya.
"Anjir, gak ikhlas gak usah. Bukannya nambah pahala malah makin nambah dosa nantinya," peringat Aqila kesal.
"Uda gak usah banyak ngomel, jangan cerewet. Uda pegangan kuat, awas jatuh ke belakang," Danu mengingatkan Aqila.
Aqila mengikuti apa yang dikatakan Danu, dia langsung memeluk Danu erat supaya tidak jatuh.
Danu berjalan perlahan, tapi perasaannya enak. Dia seperti diperhatikan oleh banyak orang. Danu berhenti sejenak, lalu dia menoleh ke samping. Dan dugaannya benar, dia sedang diperhatikan oleh teman-temannya.
Aqila juga melihat ke arah teman-temannya yang sedang memperhatikan dirinya dan Danu. Aqila diam, dia masih mencerna keadaan dan belum paham dengan maksud teman-temannya yang melihat dirinya dan Danu dengan senyum aneh.
Tapi kau bilang pergi sana
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodoh mu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Aqila terkejut, dia baru sadar saat teman-temannya bernyanyi dengan sangat kuat sambil senyum-senyum tak karuan padanya dan Danu.
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodoh mu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Aqila menahan tawa, melihat teman-temannya menaik-turunkan alis mereka menggoda dirinya dan Danu.
"Hahaha ... anjir, ternyata gue yang diledekin sama mereka. Sumpah baru sadar gue. Liat itu muka mereka, lucu banget tau gak," Aqila bicara pada Danu.
Danu yang ikut geli melihat ekspresi teman-temannya pun juga ikut tertawa. "Hahaha ... sama, gue juga geli liat muka-muka aneh mereka. Aduhh sakit dah perut gue ketawa," Danu tertawa cekikikan.
"Uda yuk kabur, buruan ke PMI, gue gak mau jadi bahan ledekan terus," Aqila menyuruh Danu untuk segara pergi dari tempat itu.
"Ya gue juga gak mau diledekin terus. Emang mau pergi lah ini. Pegangan yang kuat, nanti lo jatuh," peringat Danu pada Aqila.
Aqila langsung memeluk Danu dengan erat, takut kalau dia jatuh karena keadaannya sedang lemas.
"Wopp!!! asek!! peluk adek, bang, peluk!!"
"Mamaaaa!!! di sini Mila jadi nyamuk terus!!"
"Ada couple baru nih selain Seza sama Altha,"
"PJ dong PJ! wahh gile, pasangan terhotssss!"
"Cuittt cuittt ... piwwwitt ...,"
Danu semakin mempercepat langkahnya saat dirinya dan Aqila diejek-ejek.
"Anjir, buruan jalannya, gue malu diledekin terus," Aqila mendesak Danu supaya berjalan lebih cepat lagi.
"Ya gue juga malu kali, tapi ya sabar lah. Nanti gue lari, terus kalau kita berdua jatuh gimana? lebih malu lagi kalau itu mah. Uda badan lo berat, uda deh, lo diam aja. Bentar lagi juga kita sampe kok," balas Danu sedikit kesal.
Aqila menutup wajahnya, dia menenggelamkan wajahnya di pundak Danu, Aqila malu dilihatin orang-orang. Apa lagi teman-teman jahannam nya yang sedang asik meledeknya dengan Danu.
Danu berjalan pelan menuju tenda PMI. Sesungguhnya dia sudah sangat keberatan mengendong Aqila dari tenda, tapi mau bagaimana lagi, jika bukan dia, siapa lagi, dia takut kalau panas tubuh Aqila semakin menjadi.
Lirik Lagu Awas Jatuh Cinta Armada - https://m.kapanlagi.com/lirik/artis/armada/awas-jatuh-cinta/