Di dalam tenda khusus rapat panitia, sudah terlihat sebagian orang yang sedang duduk dan berbincang-bincang ringan.
"Sisanya mana? kenapa belum datang juga?" tanya Altha dingin.
Semua orang diam, tak ingin menjawab karena takut salah jawab.
"Saya paling gak bisa begini. Rapat-rapat sebelumnya juga saya sudah terangkan pada semua panitia bahwasannya kalian harus menjunjung tinggi kedisiplinan dan tepat waktu. Saya juga sudah share dan selalu mengingatkan jadwal kita breafing. Terus kenapa masih ada aja yang terlambat juga?" tanya Altha lagi. Wajahnya terlihat lelah dan kusam.
Altha memang sangat lelah, sejak sampai dia tak ada berhentinya untuk memantau dan memastikan semuanya aman terkendali. Bisa dibilang Altha yang sangat sibuk di sini, dia yang bertanggung jawab atas semuanya.
Semua orang diam, kini tak ada lagi terdengar suara berisik orang-orang yang sedang bercerita dan bercanda tawa. Suasana menjadi hening.
"Hoammm ...," Danu menguap lebar. Lalu kemudian dia menyandar kepalanya ke bahu Altha. Saat ini Danu sedang duduk tepat di samping Altha.
"Ngantuk gue, Tha. Ini uda malam kan ya? uda gelap kan ya? gak biasa gue anak raja tidur malam-malam. Biasa jam segini juga uda wisata pulau kapuk gue mah." Danu meracau tak jelas, matanya terbuka samar-samar, sepertinya untuk membuka mata saja Danu susah.
"Ish ... lo ngapain sih nyender-nyender ke gue? jangan malu-maluin dah. Ini kita di mana, woy? sadar kondisi dong." Altha berbisik pada Danu. Danu ini ada-ada saja tingkahnya.
"Emang kenapa sih, Tha? mereka juga tau kali lo sama gue gak bisa terpisahkan," jawab Danu enteng.
Altha semakin kesal, dia langsung memaksa Danu bergeser ke samping. "Geser gak lo? maj gue hukum lo?" ancam Altha.
"Hukum aja, gue gak takut kok. Kayak anak TK aja dah main ancam hukum-hukuman." Danu tak takut oleh ancaman Altha.
Altha mengangguk. "Oh oke, tunggu aja ya. Tunggu saat rapat nanti, salah dikit, gue buat lo malu. Lo aja malu-maluin gue kok. Bakalan gue buat lo lebih malu, awas aja ya lo."
Danu berdecak kesal. "Ahh!! udah lah! gak asik lo!!" Danu langsung bergeser dan menjauh dari Altha dengan wajah kusutnya.
Altha geleng-geleng kepala. "Dasar, gila. Kelamaan jomblo ya gitu, kurang belai banget," gumam Altha pelan.
"Tha, uda bisa mulai nih. Uda datang semua," ujar salah satu kakak kelas Altha.
Altha melihat ke sekitar, sepertinya para panitia memang sudah kumpul semua.
"Baik, untuk semua panitia silahkan duduk melingkar bersama saya. Diharapkan semuanya merapat, jangan ada yang di belakang-belakang biar kedengaran apa yang disampaikan."
Mendengar arahan Altha tersebut, semua orang langsung merapat dan duduk membentuk lingkaran bersama Altha.
Setelah semuanya sudah rapih dan terkondisikan, Altha langsung memulai breafingnya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam," sapa Altha.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, malam," jawab para panitia serentak.
"Baiklah, tidak perlu banyak basa-basi," Altha menjeda ucapannya sejenak.
"Dijadwal breafing kita kali ini, saya akan mengarahkan para panitia supaya melaksanakan tugasnya dengan baik,"
"Sebelumnya, apa semua panitia sudah makan malam?" tanya Altha.
"Siap, sudah,"
"Apa masih ada yang belum makan malam?" tanya Altha lagi.
Semuanya diam sejenak, lalu kemudian mereka langsung menjawab 'Tidak'.
"Baiklah, saya harap semua panitia harus makan tepat waktu. Di sini panitia punya tanggung jawab yang besar. Tolong jaga kesehatan agar semuanya sama-sama aman. Saya juga membuat jadwal makan para panitia maju beberapa jam dan lebih awal dari para peserta itu punya maksud tersendiri, yaitu supaya para panitia bisa terkontrol. Dan saat waktunya makan, para panitia bisa mengontrol para peserta supaya wajib makan.. Kesehatan itu nomor satu, saya gak mau kalian datang ke sini sehat wal'afiat, tapi pulangnya malah sakit. Saya gak mau itu, jadi saya harap kalian mengerti ini."
"Itu yang pertama, yang ke dua, saya ingin menyampaikan bahwa malam ini adalah malam free. Tidak ada kegiatan untuk malam ini. Tolong sampaikan pada para peserta, jika besok pentas seni akan di mulai dan masing-masing kelompok harus membuat satu tampilan. Malam ini free, saya tau semuanya pada lelah karena beres-beres dan membangkitkan tenda. Tapi jika ada dari panitia mau pun peserta ingin membuat hiburan, saya persilahkan dengan hormat. Malam ini free, tapi panggung terbuka untuk orang-orang yang ingin menampilkan hiburan. Apa sampai sini kalian mengerti?" tanya Altha di ujung ucapannya.
"Mengerti," jawab mereka serentak.
"Yang ke tiga, ini yang paling penting dan yang harus kalian ingat. Di sini saya tidak memberatkannya kalau panitia harus tidur di tenda panitia. Kalian bisa tidur di tenda peserta, dengan syarat HT atau hp kalian harus aktif supaya bisa dihubungi jika ada keadaan darurat. Yang perempuan bisa tidur di tenda perempuan, yang laki-laki bisa tidur di tenda laki-laki." Altha menjeda ucapannya sebentar.
"Dan hal yang paling utama, saya ingatkan pada kalian, kita sedang berada di dalam hutan. Percaya tidak percaya, kita hidup berdampingan dengan makhluk yang tak kasat mata. Dan saya harapkan kalian semua bisa menjaga sikap dan tutur kata. Untuk yang punya pacar atau gebetan, saya tekankan pada kalian, jangan sampai bertindak yang memalukan. Jangan sampai kalian berbuat m***m di sini. Ini adalah camping peduli lingkungan, bukan ajang berbuat m***m. Mengerti semuanya?" tanya Altha tegas.
"Siap, mengerti ...."
"Jika ada yang tertangkap, maka saya akan langsung menyerahkan pada dosen, sanksi utamanya adalah di DO. Jadi saya harap kalian bisa mengerti dan bisa menyampaikan serta mengontrol para peserta yang sudah menjadi tanggung jawab kalian. Tolong jangan buat keributan, jaga lisan, tolong jangan bicara ucapan kotor yang tidak layak diucapkan. Mohon kontrol diri masing-masing, kontrol para peserta juga pastinya."
"Untuk panitia yang bertanggung jawab dalam keamanan, mohon selalu dipantau, selalu keliling ke area camping kita. Saya gak mau sampai kecolongan, saya gak mau sampai ada keributan, ataupun kejadian-kejadian yang tak terduga lainnya." Altha kembali mengingatkan.
"Pada lingkar temu kali ini, saya gak mau ada keterlambatan absen lagi ya. Untuk para panjang yang sudah dikasih tanggung jawab untuk mendampingi peserta, kalian harus bisa disiplin! saya gak mau kejadian tadi terulang kembali. Absen saat berangkat saja berantakan. Banyak yang sepele dan tidak langsung menguploud ke aplikasi supaya bisa saya dan para dosen pantau. Itu tindakan tidak baik, kalian gak bisa seperti itu, itu bisa nambah-nambahin kerjaan saya dan para dosen pastinya. Mohon sekali, absen harus tepat waktu. Jika satu anggota menghilang, maka kalian harus cari sampai ketemu. Jika kalian tidak bisa menemukannya, baru kalian bisa lapor ke saya. Sampai sini paham apa yang saya jelaskan?" tanya Altha lagi.
"Paham," jawab panita serentak.
"Ada yang mau bertanya, siapa tau ada yang kurang mengerti,"
"Saya," Danu langsung angkat tangan dengan cepat.
"Iya, saya persilahkan,"
"Mohon maaf sebelumnya, lingkar temu itu apa ya? kok saya baru dengar kali ini. Bisa tolong dijelaskan?" pinta Danu dengan sopan.
"Iya, baiklah saya akan menjelaskan pada kalian semua. Jadi, lingkar temu itu sebutan dari meeting-meeting kita ini. Saya gak mau kalian menyebutnya dengan meeting, breafing, rapat atau apa lah itu. Sekarang kita sudah punya nama untuk pertemuan kita, yaitu Lingkar Temu. Kalian semua bisa menyebutnya dengan Lingkar Temu supaya bisa lebih santai dan lebih nyaman," jelas Altha panjang lebar.
Semua orang langsung mengangguk mengerti.
"Baiklah sepertinya sampai sini saja lingkar temu kita kali ini. Ada beberapa poin penting yang harus kalian ingat dan sampaikan pada para peserta. Saya ingatkan sekali lagi, masalah makan, masalah jaga sikap, lisan dan jangan sampai ada yang m***m, dan absen harus tepat waktu. Saya gak mau kalian ngaret atau bahkan malah kelupaan untuk absen peserta. Dan yang terakhir saya harapkan kerja sama yang baik di antara kita. Tolong aktifkan hp kalian, bawa HT ke mana-mana supaya kalian mudah dihubungi. Jika sudah waktunya lingkar temu, maka kalian harus cepat-cepat berkumpul di tenda ini. Saya gak suka jika kalian datang terlambat. Yang terlambat akan saya kenakan hukuman, mengerti kan, semuanya?" tanya Altha.
"Siap, mengerti!!" jawab para panitia serentak.
"Baiklah, sampai sini saja lingkar temu kita kali ini. Saya harap semua panitia bisa mengerti dan melaksanakannya dengan baik. Saya akhiri dengan wassalam walaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, malam," jawab panitia kompak.
Altha berdiri, semua juga ikut berdiri, Altha meletakkan satu tangannya ke depan, dan semua panitia langsung berkumpul meletakkan tangan mereka di atas tangan Altha.
"Camping peduli lingkungan ...," teriak Altha kuat.
"SUKSES!!!!" jawab para peserta dengan kuat seraya menghempaskan tangan mereka ke udara.
"Kalian boleh bubar sekarang, kembali ke tenda para peserta bimbingan masing-masing. Tolong segera absen dan langsung mengabsen di aplikasi supaya bisa langsung saya akses dan pantau. Pastikan semua peserta makan, jangan sampai ada yang sakit karena tidak makan." Altha bicara sedikit keras, hanya sekedar mengingatkan saja.
"Baik, kak,"
"Siap,"
"Oke,"
Jawan para panitia yang sedang berhamburan keluar dari tenda lingkar temu.
Saat semuanya sudah keluar tenda, hanya tersisa Altha dan Danu saja.
"Lo ngapain masih di sini? saja laksanakan tugas lo," perintah Altha.
"Gue mau nunggu lo," jawab Danu seenaknya.
"Lah, gila, gue banyak kerjaan. Uda sana duluan, absen sana. Entar gue nyusul," ujar Altha.
"Gak ah, enak aja lo nyuruh gue kerja sendiri. Malas gue, enak di elo gak enak di gue," tolak Danu kesal.
"Ya siapa suruh lo mau sama gue? ya kalau lo pasangan sama gue mah resikonya emang gitu. Gue gak bisa selalu standby di tenda peserta, banyak kerjaan gue. Nah rekan gue itulah yang harus bisa merangkap tugas gue ke peserta," jelas Altha.
"Gak! gak mau!!" tolak Danu kekeuh.
"10 menit lagi gue nyusul, janji deh. Uda sana duluan, pantau keadaan di sana. Gue mau nemuin dosen dulu," Altha membujuk Danu.
"Bener lo 10 menit datang kan?" tanya Danu memastikan.
"Iya, uda sana buruan,"
"Oke, awas aja kalau gak datang, gue robohin tuh tenda kelompok cewe lo!" ancam Danu dengan mata melotot.
Altha menatap Danu tajam. "Coba aja, kalau enggak lo duluan yang gue bantai," balas Altha tak gentar.
"Uda sana buruan! absen, pantau keadaan biar aman." Altha berjalan keluar tenda, diikuti Danu di belakangnya.
Sampai luar mereka berpisah jalan karena beda tujuan.
"Jangan lama-lama ya!!" teriak Danu kencang pada Altha yang berjalan menuju kumpulan para dosen.
"Heem," jawab Altha berdeham pelan yang sudah dipastikan Danu tak akan bisa mendengarnya.
Altha langsung menghampiri dosen, dia melaporkan semua keamanan acara pada dosen. Dosen pembimbing perlu tau keadaan acara apakah berjalan lancar atau tidak.