Hari Baper

1523 Kata
"Kamu ngantuk, sayang? kalau ngantuk sini tidur aja, sandaran sama aku. Jangan sandaran di kaca jendela, entar kejedot sakit." Altha menepuk-nepuk pundaknya supaya Seza menyandar padanya. Seza menggeleng pelan. "Enggak, ah, aku gak mau. Aku gak ngantuk kok," tolak Seza. "Yakin gak ngantuk? itu kamu dari tadi nguap terus loh. Uda sini sama aku, tidur aja." Altha kembali menyuruh Seza bersandar padanya, tapi lagi-lagi Seza menolak. "Fandra," panggil Seza tiba-tiba. "Iya, kenapa, sayang? mau apa?" tanya Altha cepat. "Kamu bisa main gitar kan?" tanya Seza dengan mata bulatnya yang menggerling. "Iya bisa, kenapa emangnya?" tanya Altha balik. "Nyanyi dong, nyanyi sambil main gitar. Aku mau dengerin suara kamu," pinta Seza dengan puppy eyes-nya "Ekspresinya biasa aja, gak usah kayak gitu, makin tambah imutnya, makin banyak cintanya." Altha menjawil pelan hidung mancung Seza. "Aku pinjam gitar dulu ya, kamu tunggu di sini." Altha langsung berdiri, berjalan ke arah depan untuk meminjam gitar. "Permisi, bro," sapa Altha pada kedua lelaki yang duduk dengan gitar di tangannya. "Bisa gue pinjam gitar lo sebentar?" tanya Altha. "Ooh boleh-boleh. Nih, pake aja. Gue juga lagi bosen main gitar. Nih bawa," lelaki itu langsung mengizinkan dan memberikan gitarnya pada Altha. Altha tersenyum lebar. "Makasih ya, bro. Gue bawa ke belakang dulu." Altha langsung pamit dan kembali ke tempat duduknya, di samping Seza. "Ayo nyanyi pak Ketua, gue iringi make kajon," ujar salah satu teman lelaki Seza yang Altha tak tau siapa namanya. "Ekhemm ekhemm ...," Altha berdeham keras, sampai-sampai menyita semua perhatian orang-orang yang ada di dalam bus. "Perhatian guys," ujar Altha kemudian. Semua orang langsung menatap penasaran pada Altha. "Berhubung bus kita sunyi plus sepi. Gimana kalau gue dan rekan gue ini, siapa namanya, bro? lupa gue," tanya Altha pelan. Bukannya lupa, tapi Altha memang tidak tau. "Bima," jawab lelaki itu cepat. "Nah iya. Jadi gimana kalau gue dan rekan gue, Bima, nyanyi buat kalian semua? setuju gak?" tanya Altha pada semua orang. "Setuju!!!" jawab orang-orang yang ada di dalam bus. "Tentu aja spesial buat pacar tercinta gue ya, Seza." Altha menolah ke samping. Melihat Seza yang sedang tersenyum malu. Saat ini Altha sedang duduk di tengah-tengah bus, di tempat orang-orang berlalulalang. Dia duduk dengan kursi yang sengaja dibawanya dari rumah. Bima juga duduk diatas kajonnya. Mereka duduk berdekatan. "Oke, langsung aja kita mulai ya, guys. Lagu ini gue persembahkan untuk my sweet heart, Seza Sazkia Mada. Gue harap lo semua juga enjoy dengerinnya," Altha tersenyum manis ke arah Seza, lalu dia mengedipkan mata. Membuat Seza terkekeh geli dengan tingkahnya. Altha membisikkan sesuatu pada Bima, lalu Bima tersenyum dan mengangguk mengerti. Altha mulai memetik gitar, memainkan nada-nada indah dengan lihai dan terdengar nyaman di telinga. Bima juga bermain kajon dengan sangat keren, menyelaraskan dengan petikan gitar Altha. Altha mulai bernyanyi, mengeluarkan suara merdunya yang sangat sopan masuk ke dalam gendang telinga. Membuat siapa saja yang mendengarkan hanyut dalam lirik lagunya, dan terbawa perasaan dengan suaranya. Cantik... Ingin rasa hati berbisik Untuk melepas keresahan Dirimu Cantik... Bukan ku ingin mengganggumu Tapi apa arti merindu Selalu... Ooo... Walau mentari terbit di utara Hatiku hanya untukmu... Ada hati yang termanis dan penuh cinta Tentu saja kan kubalas seisi jiwa Tiada lagi Tiada lagi yang ganggu kita Ini kesungguhan Sungguh aku sayang kamu Altha bernyanyi dengan menatap penuh makna pada Seza. Membuat Seza baper dan hanyut dalam suasana. Semua orang-orang yang ada dalam bus juga sama, mereka kontak dan langsung ikut bernyanyi bersama Altha. Mereka bernyanyi dengan suara pelan supaya suara Altha tetap dominan dan terdengar. Cantik... Bukan kuingin mengganggumu Tapi apa arti merindu Selalu... Ooo... Walau mentari terbit di utara Hatiku hanya untukmu... Ada hati yang termanis dan penuh cinta Tentu saja kan kubalas seisi jiwa Tiada lagi Tiada lagi yang ganggu kita Ini kesungguhan Sungguh aku sayang kamu Ingin ku berjalan menyusuri cinta Cinta yang abadi untukmu selamanya... Heeeei..... heya ya ya heya ya ya heya... Ada hati yang termanis dan penuh cinta Tentu saja kan kubalas seisi jiwa Tiada lagi Tiada lagi yang ganggu kita Ini kesungguhan Sungguh aku sayang kamu Lirik Lagu Cantik, Kahitna https://m.kapanlagi.com/lirik/artis/kahitna/cantik/ Altha tersenyum manis di akhir lagunya. Dia menatap Seza tanpa kedip, membuat jantung Seza berdegup kencang. Bukan hanya Seza saja, tapi Altha juga merasakan hal yang sama. Prokk prokk prokk ... Tepuk tangan terdengar sangat meriah saat Altha menyelesaikan lagunya. Semua orang langsung menggoda-goda Altha dan Seza. Banyak yang ikut baper melihat keromantisan ala-ala Altha dan Seza. "Lanjut!!" sorak semua orang yang ada di dalam bus, terkecuali Danu, Aqila dan Seza. "Lanjut dong!! ayo dong nyanyi lagi! suaranya adem banget, nyaman di telinga," ujar salah satu teman wanita Seza. Altha tersenyum miring. "Oke, gue bakalan lanjut. Lagu ini gue persembahkan buat salah satu temen gue yang gak pernah akur, selalu seperti kucing dan tikus, kalau ketemu selalu bertengkar dan ngaku saling benci. Buat kalian semua semoga tetap enjoy dan selamat menikmati." Setelah mengatakan itu Altha langsung membisikkan judul lagunya pada Bima. Lalu Bima langsung mengangguk setuju. Altha mulai memetik gitarnya, menyelaraskan dengan Bima yang sedang bermain kajon. Lalu kemudian dia mulai bernyanyi dengan suara merdunya. Aku punya niat yang baik Coba ku ungkapkan padamu Berharap kamu kan menjadi Rencana besar dihidupku Tapi kau bilang pergi sana Kamu tak mau melihat diri ini selamanya Awas nanti jatuh cinta Cinta kepada diriku Jangan-jangan ku jodoh mu Kamu terlalu membenci Membenci diriku ini Awas nanti jatuh cinta padaku Sesekali Altha melirik ke arah Danu. Danu sendiri tidak tau dan tidak peka, pasalnya sejak tadi dia fokus pada game online di ponselnya. Semua orang juga tau siapa yang dimaksud oleh Altha. Danu dan Aqila, sudah terkenal sebagai pasangan Tom and Jerry yang benar-benar tak pernah akur. Jika mereka bertemu, dunia pasti terasa hancur lebur dengan segala cekcok dan keributan yang tak ada habisnya. Semua orang ikut menatap Danu, Danu masih belum peka terhadap keadaan sekitarnya. Dia masih fokus pada game onlinenya. Baghhh ... "Ehh ehhh ...," Danu langsung panik dan melepaskan ponselnya saat kepala Aqila membentur kaca jendela bus kuat. Dengan cepat kepala Aqila memantul membentur kepalan Danu, lalu setelahnya beralih menyandar di d**a bidang Danu "Ehh lo ngapain, Bambang?" tanya Danu bingung bercampur panik. Dia ingin menggeser kepala Aqila, tapi dia langsung membatalkan niatnya saat melihat Aqila terpejam dengan sangat nyenyak. Benturan keras pun tak membangunkannya. Danu jadi merasa tak tega membangunkan Aqila. "Ketiduran dia, iih dasar cewek bar-bar, nyusahin aja taunya." Danu mengomel. Tapi kemudian dia langsung membenarkan posisi kepala Aqila yang menyandar di dadanya supaya leher Aqila tak sakit karena posisi yang kurang nyaman. Setelah beres, membenarkan posisi kepala Aqila, Danu langsung menghela nafas lega. Matanya langsung memandang luas ke setiap sudut bus. Danu mengerutkan dahinya bingung saat melihat semua orang sedang memperhatikannya. "Hah? ngapain lo pada liatin gue? gue kenapa? emang ada yang salah?" tanya Danu bingung. Aku punya niat yang baik Coba ku ungkapkan padamu Berharap kamu kan menjadi Rencana besar dihidupku Tapi kau bilang pergi sana Kamu tak mau melihat diri ini selamanya Altha melihat ke arah Danu dengan menaik-turunkan alisnya, bibirnya senyum-senyum menggoda Danu. "Lahh anjir, jadi gue diceng-cengin nih, digodain sama satu bus ceritanya?" tanya Danu pada dirinya sendiri. "Emang Altha bangke ada aja ulahnya, sumpah minim otak banget si kampret, bikin gue malu aja tuh boc-" "Ehh ehh, aduh ini kepala ngapa mau jatuh-jatuh aja sih? gak mandiri banget jadi orang. Tidur aja masih nyusahin. Dasar cewek bar-bar binti nyusahin!!" Danu menggerutu kesal. Tapi dia tetap memegangi Aqila yang mau jatuh ke depan karena jalanan yang berlubang dan bus yang bergoyang-goyang. "Kalau kebentur bangku depan kan bahaya juga, bisa geger otak dia. Parahnya lagi kalau dia jatuh, ahh makin lupa ingatan dah. Entar dia jadi kalem, lah siapa lagi musuh gue kalau gitu? gak rela juga gue kalau dia lupa ingatan." Danu nyerocos tak karuan. Dia langsung memegangi kepala Aqila yang sedang menyender di d**a bidangnya. Danu memeganginya seperti memeluk, orang-orang melihatnya seperti memeluk Aqila, padahal Danu ya emang meluk Aqila sih, tapi dia tak ingin mengakuinya dan tidak berniat sama sekali. /Aduh gimana sih author, belibet dahh. Danu kekeuh dengan alasan menjaga Aqila supaya tidak jatuh dan geger otak. Awas nanti jatuh cinta Cinta kepada diriku Jangan-jangan ku jodoh mu Kamu terlalu membenci Membenci diriku ini Awas nanti jatuh cinta padaku Altha dan seluruh penghuni bus bernyanyi bersama-sama, bahkan lebih kuat dari sebelumnya, membuat Danu tekejut dan sontak melihat ke arah mereka. Awas nanti jatuh cinta Cinta kepada diriku Jangan-jangan ku jodoh mu Kamu terlalu membenci Membenci diriku ini Awas nanti jatuh cinta padaku Danu tertawa geli, ada rasa lucu karena tatapan teman-teman seisi bus yang melihatnya dengan pandangan menggoda. Entah lah, Danu jadi merasa lucu sendiri. Meski di sini dirinya lah yang menjadi bahan ceng-cengan sebus, tapi dia tetap enjoy. Menikmati lagu dengan tatapan menggoda teman-temannya dan Aqila yang bersandar di dadanya bidangnya. Tak lupa Danu sedang mendekapnya erat, supaya tidak jatuh saat bus bergoyang, karena sudah memasuki area jalan berlubang, bebatuan dan tidak rata. Lirik Lagu Awas Jatuh Cinta Armada - https://m.kapanlagi.com/lirik/artis/armada/awas-jatuh-cinta/ ***** Heyy heyy heyyy ... Hallo, guys ? Kalian lebih suka mana, nih? Kalian timnya Seza Altha atau Danu Aqila? Alasannya apa? Komen-komen ya guys di bawah. Lovyuuuu, terimakasih sudah membaca ❤️ Mampir ke The Hassle of Love ya guys ❤️
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN