Bulan terlihat begitu bundar di langit malam ini. Kedua tanganku diikat, aku hanya mengikuti bayangan yang menuntunku. Deretan Immortal berjubah hitam mengiringiku di samping kanan dan kiriku. Nol, sama sekali tak ada celah bagiku meloloskan diri. Daerah yang kukunjungi bukanlah daerah perkotaan, aku dari tadi menginjak tanah berbatu. Selain itu udaranya meskipun dingin namun masih bisa kurasakan angin segar yang hinggap dihidungku. Jelas ini bukanlah udara yang biasa berkelana di metropolitan yang penuh dengan kendaraan yang mengeluarkan asap hitam menyesakkan. Semakin dekat perjalanan, baru kusadari aku dibawa di daerah kawah putih. Dari sini aku hanya bisa memandang perbukitan dan pohon-pohon yang berjejer menaungi tanah di bawahnya. Sungguh miris hatiku melihat mayat petugas yang b

