Aku dan Johan terpaku melihat kedatangan Raven. Kedua matanya menyala merah, seakan-akan sang pangeran kegelapan bersiap membinasakan semua makhluk yang berani menentangnya. "Aku rasa, saatnya kau mengembalikannya padaku." Raven tersenyum sambil memamerkan kedua taring yang panjang dan runcing. Johan mengangkat lengannya di hadapanku, berusaha memperlihatkan rasa penolakannya pada permintaan Raven. "Benarkah? Aku rasa, dia bukan salah satu barangmu yang harus dikembalikan." Raven terkekeh mendengar penolakan Johan. "Nak, kau harus belajar mematuhi orang lain." Johan mulai geram, dikeluarkannya rantai andalannya, namun kali ini ada hal yang berbeda dengan senjata Johan. Pada ujung rantai itu terdapat pisau melengkung yang mirip dengan bulan cekung. Ujungnya begitu pipih namun terlih

