"Gue mau Abi, Zee ... bikin gue deket sama dia, Zee ... tolong ...." Aku menatap datar pada Laras yang terlihat lemas ketika berbicara. Aku kemudian menyentak tanganku, membuat tangan Laras terlepas dariku. "Emangnya Abimayu dijual, apa? Malu-maluin banget pemeran antagonis minta tolong sama figuran." Kesalku, sementara Kak Fifah tertawa kencang mendengar ucapanku. Laras cemberut, dia bahkan menendang selimutnya dengan kesal. "Ngeselin, ya, lo! Udah sedeket itu nggak mau nyomblangin gue sama Abi!" "Sedeket itu?" Aku mengedip heran. "Sedeket apaan?" "Ya itu! Sampe dipeluk-peluk segala sama Abi!" "Dipeluk? Kapan?" "Ah anjing!" Umpat Laras, kembali menendang selimut dan membuat Kak Fifah makin tertawa. "Susah ngomong sama lo! Dah pergi sana! Padahal udah pura-pura lemah gitu, tetep aja

