Devan membaca dokumen di tangannya dengan wajah puas. Itu adalah dokumen hasil perjanjian yang dibuat dari meeting yang diadakan pagi ini.
Hasil meeting hari ini dengan perusahaan Belford sesuai dengan harapannya sehingga Devan merasa puas dengan hasil yang telah dicapainya.milyaran keuntungan akan masuk ke perusahaannya dengan kesepakatan baru ini.
Tidak sia-sia Devan berangkat ke tempat pertemuan pagi-pagi sekali. Demi kontrak bernilai milyaran.
Ditengah keseriusannya membaca dokumen di tangannya perutnya berbunyi menandakan cacing diperutnya meminta makan.
Sekarang perut Devan baru terasa lapar. Karena tadi pagi sarapan yang masuk di perutnya tidaklah banyak.
Devan melirik jam di pergelangan tangannya. Pantaslah dia merasa lapar. Jam makan Siang telah dilewatinya.
Saat Devan hendak menghubungi Clara melalui intercomnya. Pintu ruangannya terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu.
Devan menatap kearah pintu dengan wajah tidak suka dari meja kerjanya.
Devan paling tidak suka jika ada yang memasuki ruangannya sebelum mendapatkan ijin darinya untuk dipersilakan masuk.
"Kamu, untuk apa kamu datang kesini?" Ujar Devan begitu mengenali wanita yang memaski ruangannya tanpa permisi itu ternyata adalah Adelia.
" Maaf pak. Saya sudah menyuruh nona ini menunggu, tapi dia langsung menerobos masuk." Ujar Clara yang muncul dengan wajah nya menatap kesal pada Adelia. Setiap Adelia datang kelakuannya seperti sang nyonya boss. Padahal dulu awal kedatangannya Adelia mengatakan bahwa dia hendak melakukan konsultasi terapi dengan Devan. Tapi sejak saat itu wanita ini seenaknya datang dan memasuki ruangan Devan sesuka hati tanpa bertanya lebih dahulu.
Clara curiga, merasa bahwa wanita ini mempunyai hubungan spesial dengan Devan. Clara merasa kasihan pada Ayu jika memang ternyata Devan selingkuh dari Ayu.
Devan menatap Adelia dengan tatapan tidak suka tapi wanita itu mengacuhkan tatapannya dengan senyum menggoda. Kemudian tatapannya beralih pada Clara yang menanti perintahnya apakah akan mengusir wanita itu atau membiarkannya.
Devan tidak mungkin mengusir Adelia sekarang. Wanita itu mungkin akan nekat membuat keributan diluar jika Devan menolak kedatangannya.
"Kembalilah ke tempatmu." Ujar Devan pada Clara. Lebih baik dia membiarkan Adelia tetap disini, dari pada nanti wanita itu membuat keributan diluar sehingga para karyawan akan menggosipkan mereka.
Wanita itu menatap Clara dengan senyum mengejek dan penuh kemenanngan, dia tahu bahwa Devan tidak akan bisa marah padanya.
" Lihatkan. Sudah ku bilang bahwa aku tidak memerlukan ijin untuk menemui Devan." Sindir Adelia dengan penuh percaya diri.
" Baik pak kalau begitu saya undur diri" ujar Clara mengacuhkan sindiran Adelia.
Clara berlalu dari ruangan Devan sambil menutup pintu. Meninggalkan Devan dan wanita itu berduaan di dalam sana.
" Adel, aku sudah mengatakan berkali-kali padamu untuk jangan datang ke kantor" seru Devan keras begitu pintu sudah tertutup rapat.
Wanita itu tidak menanggapi seruan Devan. Dia justru berjalan menghampiri meja kerja Devan.
" Kalau aku tidak nekat ke sini, kamu tidak akan mau menemuiku jika tidak terpaksa" jawab Adelia dengan wajah kesal menatap wajah Devan yang kini sudah berada di hadapannya
" Ini kantor,Adel. Aku tidak suka kalau kamu sering-sering kesini. Nanti karyawanku akan bergosip tentang kita. Aku tidak ingin sampai Ayu mengetahui hal ini."
" Tinggal bilang saja. Aku kesini sedang melakukan terapi padamu. Lagi pula memang itu yang kita lakukan selama ini." Ujar Adel santai sambil jarinya bermain-main di atas d**a Devan menggoda.
Adelia menatap lapar d**a bidang dibalik kemeja Devan. Dirinya begitu tergila-gila pada tubuh Devan. Sayang dia tidak bisa menguasai tubuh itu setiap saat dan hal itu sungguh menyiksanya. Tapi dia hanya perlu bersabar, karena suatu saat Devan hanya akan menjadi miliknya suatu saat nanti.
"Kita melakukan terapi untuk menyembuhkan hasrat seksualmu kan. Ini bagian dari terapimu." lanjut adel sambil mendesah dengan suara mendayu menggoda Devan.
"Tapi sudah kukatakan jangan lakukan di kantor, janganlah terlalu sering ke sini. Aku tidak ingin menimbulkan kecurigaan"
Devan kesal karena Adelia tidak pernah mengindahkan larangannya. Wanita ini semakin berani mendatanginya di kantor. Padahal Devan merasa lebih aman jika mereka melakukannya di luar lingkungan kantor.
" Melakukannya di kantor sensasinyà lebih memyenangkan. Akan membuat hasratmu terbangkitkan dengan cepat. Lagi pula hari ini aku kangen padamu." Ujar Adelia mengacuhkan kemarahan Devan dengan terang-terangan menggoda Devan.
Saat ini yang Adelia inginkan adalah bercinta dengan Devan. Hasratnya begitu menggebu oleh karena itu dia nekat mendatangi kantor Devan tanpa melakukan perjanjian terlebih dahulu.
Sejak dari pesta waktu itu. Devan belum menemuinya sekalipun. Padahal Adelia sangat menginginkan Devan.
Adelia terus melancarkan godaannya. Tangannya dengan nakal membuka kancing kemeja Devan.
Devan membiarkan Adelia berlaku sesukanya, Dirinya hanya duduk diam di bangkunya.
Tangan adelia terus bergerilya,kali ini membuka tali pinggang yang melingkari pinggang Devan.
" Aku akan memberikan terapi pada juniormu" ujar Adelia dengan tidak sabar menurunkan celana dalam Devan.
Devan hanya menanti diatas bangkunya. Membiarkan Adelia melaksanakan tugasnya.
Walau devan tidak mencintai Adelia. Tapi Devan membutuhkan Adelia untuk menyalurkan hasrat seksualnya.
Entah bagaimana caranya, Adelia bisa membuat juniornya berdiri. Padahal Ayu sudah mencoba cara yang sama dengan yang dilakukan Adelia,tapi tidak berhasil membuat juniornya bereaksi pada Ayu.
Awalnya ketika Adelia menyarankan ide gila ini Devan menolak godaan Adelia karena rasa cintanya pada Ayu yang tidak ingin mengkhianati pernikahannya. Tapi hasrat kejantanannya yang membutuhkan penyaluran akhirnya kalah oleh rayuan Adelia yang bisa dengan mudahnya membangkitkan juniornya dan membuatnya terbuai oleh permainan s*x Adelia.
Adelia tidak keberatan hanya dijadikan sebagai partner s*x Devan. Dia rela merendahkan dirinya yang seorang dokter dan seorang putri pemilik rumah sakit demi Devan.
Cinta Adelia dan hasratnya pada devan sejak dulu membuatnya gelap mata. Adelia telah menantikan kesempatan ini sejak Devan mendapatkan kecelakaan.
Jika dulu Devan bisa menolak perjodohan mereka karena cintanya pada Ayu. Maka kini Devan tidak akan bisa menolak hasratnya yang tidak bisa dia salurkan pada Ayu.
Secara perlahan Adelia yakin dia bisa merebut Devan dari Ayu dan akan memiliki Devan seutuhnya hanya untuk dirinya.
Adelia berjongkok di hadapan Devan.
Dengan penuh hasrat Adelia meraih p***s Devan yang masih terkulai di pangkal paha pria itu. Tangannya mulai mengurut-urut p***s itu dan mengocok-ngocok dengan tangannya naik turun.
"Aahh..." Desah Devan saat penisnya mulai masuk ke dalam mulut Adelia. Didalam sana p***s Devan diemu-emut dan dijilat-jilat Adelia bagai sedang memakan permen lolipop.
Matanya menatap Adelia dengan mata yang mulai berkabut hasrat birahi. Desahan keluar dari bibir Devan setiap penisnya terasa di sedot di dalam rongga mulut Adelia.
Dapat dirasakannya juniornya yang mulai menegang keras seiring dengan emutan Adelia pada batang penisnya. Kepala Adelia naik turun diatas pangkal pahanya mengulum batang p***s Devan yang mengeras dan sudah menonjolkan otot "akkhh.. ini sangat nikmat" desah Devan memejamkan matanya merasakan sensasi nikmat yang diterimanya.
" oughh...Cukup. Masukkan" erang Devan saat dirinya sudah tidak tahan untuk memasuki liang v****a Adelia.
di pdf sudah ending ya ceritanya
untuk pembelian
pdf binal 30rb
pdf the doll 30rb
wa 081322788878
pembayaran:
trf BCA
shopeepay
gopay