Deon mengetuk pintu ruangan Pak Alex dengan sedikit ragu. Sebagai salah satu staf IT yang biasanya sibuk di belakang layar, ia jarang dipanggil langsung ke ruangan kepala divisi. "Masuk," suara tegas Pak Alex terdengar dari dalam. Deon membuka pintu dan melangkah masuk. Di meja kerja Pak Alex, terlihat tumpukan dokumen yang tampak baru saja diperiksa. "Duduk, Deon," kata Pak Alex tanpa basa-basi, sambil menyerahkan sebuah amplop resmi yang berlogo perusahaan. Deon duduk dan mengernyit saat menerima amplop itu. "Apa ini, Pak?" tanyanya sambil membuka isi amplop. Pak Alex menghela napas sebelum menjawab. "Surat tugas dari direktur utama." "Apa kamu pernah menyinggung Pak Direktur?" tanya Pak Alex. Surat tugas yang datang pagi ini ke ruangan sudah sangat mengejutkan. Apalagi tugas yang

