Jam menunjukkan pukul sebelas siang, Daffa duduk di balik meja kerjanya sambil menatap kotak besar yang ada di sampingnya. Di dalamnya, sebuah robot yang cukup besar, hadiah untuk Elzin. Namun, sebelum ia bisa menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas pergi ke rumah Eksas, pintu ruangannya terbuka begitu saja tanpa ketukan. Seorang perempuan berpenampilan mencolok masuk dengan penuh percaya diri. Gaunnya yang ketat dan riasannya yang tebal membuat Daffa langsung mengerutkan kening. Perempuan itu tampak seperti seseorang yang tidak peduli dengan batasan. Dia tidak hanya membawa dirinya, tetapi juga sebuah cup kopi brand termahal yang berlogo mencolok. Dengan percaya diri, dia melangkah mendekat, senyum manis tetap terhias di wajahnya. "Permisi?!" seru Daffa dengan nada tinggi, mencoba menah

