Setelah sebagian oleh-oleh yang di bawa Aklil di bagikan pada pegawainya, Masih banyak sisa paper bag yang memenuhi sofa bahkan belum habis separonya. Aira, Aklil dan semua pegawainya masih berkumpul di ruang keluarga, mengobrol ringan, bercanda, tertawa sama sekali tidak ada kecanggungan antara majikan dan pegawai. "Mas..ini sisanya buat siapa aja?" Aira menunjuk jajaran paper bag yang masih banyak. Sebetulnya semua paper bag sudah di kasih nama sama Aklil, tapi mungkin karena berdempet namanya itu jadi tidak terbaca oleh Aira. "Itu untuk.. keluarga bunda, oma, keluarga kak andin, keluarga umi sama buat semua pegawai-pegawainya juga.. " Aira betul-betul kagum dengan suaminya, hidup bersama hampir tujuh bulan.. Ternyata masih banyak sifat baiknya yang belum di ketahui Aira. Diriny

