38

1637 Kata

"Ilyn ... cepetan setrika baju gue yang rapi, okey? Bajunya nanti siang mau gue pake buat kuliah!" sentak Naira membuat Aerilyn mau tak mau harus menuruti permintaannya. Gadis itu merasa menyesal pindah ke rumah ini, tetapi ia juga tidak ada pilihan lain lagi. Sudah terlalu trauma tinggal di rumah papanya, jadi satu-satunya hanya bisa di rumah mamanya. Meski sebenarnya bisa kembali ke apartemen jika ia mau karena tak mau merasa kesepian. 'Gak apa-apa deh, dari semalem aku cuman dijadiin babu. Daripada di apartemen kesepian bareng Miu dan gak ada kegiatan apa-apa. Kan, kerjain ini bisa bantu-bantu asisten rumah tangga di sini, sekalian juga olahraga biar sehat daripada rebahan. Itu sangat tidak produktif.' Aerilyn membantin mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri. Aerilyn menatap jam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN