"Gue gak tahu ya, lo itu sebenarnya apain bokap gue sampai dia itu selalu belain lo terus. Bahkan kayaknya sekarang kasih sayang bokap gue malah kebagi sama lo dan tentunya gue gak suka hal itu! Karena apa coba? Karena lo itu gak pantes, dasar benalu sia*an!" sentak Naira dengan wajah merah padam disertai napas yang memburu sampai membuat dadanya naik turun. Gadis itu tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Aerilyn dan langsung memarahi adik tirinya itu dengan garang. Seperti tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba malah terjadi badai. Naira benar-benar tidak akan pernah bisa menerima siapa pun untuk disayangi oleh ayahnya melebihi kasih sayang yang diberikan untuknya. Apalagi saat kemarin tahu Aerilyn yang merupakan adik tirinya itu lebih diperhatikan bahkan diberikan uang saku yang lumayan

