"Sayang lepas dulu ya, pegangan tangannya. Aku mau benerin tali sepatu nih," ucap Ardo dengan lembut, tak mau jika nanti Aerilyn malah marah. Sebab salah sedikit saja nanti akan menimbulkan masalah, di saat gadis itu masih pada fase mood yang berubah-ubah. Entahlah, sejak dari istirahat Aerilyn malah minta ditemani untuk bolos kelas sampai pulang. Saat ini tangannya selalu saja memeluk tangan Ardo dengan kepala yang selalu dia senderkan, ia benar-benar tidak peduli dengan orang-orang yang memperlihatkan. Entah itu yang memuji, nyinyir, ataupun yang bahkan ingin ada di posisinya. Yang penting saat ini ia nyaman dengan posisi seperti ini. Bahkan ia sama sekali tak mau melepaskannya, biar saja dianggap manja dan lebay. "Ish, ntar kamu kabur enggak? Aku lagi males banget tahu buat main kejar

